Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa di wilayah Bintan telah beroperasi 4 dari total 10 dapur yang direncanakan, sedangkan di Tanjungpinang 8 dapur sudah beroperasi dan 8 lainnya masih dalam tahap pembangunan.

“Menurut keterangan dari Korwil MBG wilayah Tanjungpinang, kebutuhan dapur di kota ini sekitar 21 unit, sementara di Bintan seharusnya ada 10 dapur, namun baru 4 yang beroperasi,” tambahnya.

Kodim 0315 Tanjungpinang juga secara langsung melakukan pengecekan ke sejumlah dapur MBG, mulai dari proses memasak hingga tahap pengemasan makanan.

Dari hasil monitoring tersebut, pihak Kodim 0315 Tanjungpinang memberikan sejumlah masukan agar standar dapur lebih baik dan higienis.

“Masih ada beberapa dapur yang luas bangunannya belum sesuai standar. Misalnya, ketentuan luas bangunan seharusnya 40 x 40 meter, tapi ada yang masih di bawah itu,” ungkap Dandim.

Selain itu, pihaknya juga menyoroti sistem pembuangan limbah di beberapa dapur yang dinilai masih perlu pembenahan meskipun proses memasaknya sudah memenuhi standar kebersihan.

“Kita sudah beri masukan, dan mitra dapur merespons positif. Saat ini pembenahan sudah dilakukan,” pungkas Kolonel Abdul Hamid.