“Kalau pasokan terhambat, bisa berpengaruh pada inflasi. Bila harga bahan naik, otomatis menu makanan juga akan terdampak. Di sinilah peran Kodim untuk membantu kesuksesan program Makan Bergizi Gratis,” jelasnya.
Dandim menyampaikan rasa syukur karena hingga saat ini pelaksanaan program MBG di wilayah Tanjungpinang, Bintan, dan Lingga berjalan dengan baik tanpa kendala berarti.
“Alhamdulillah sejauh ini lancar, belum ditemukan permasalahan yang signifikan,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa di wilayah Bintan telah beroperasi 4 dari total 10 dapur yang direncanakan, sedangkan di Tanjungpinang 8 dapur sudah beroperasi dan 8 lainnya masih dalam tahap pembangunan.
“Menurut keterangan dari Korwil MBG wilayah Tanjungpinang, kebutuhan dapur di kota ini sekitar 21 unit, sementara di Bintan seharusnya ada 10 dapur, namun baru 4 yang beroperasi,” tambahnya.
Kodim 0315 Tanjungpinang juga secara langsung melakukan pengecekan ke sejumlah dapur MBG, mulai dari proses memasak hingga tahap pengemasan makanan.

