HARIANMEMOKEPRI.COM – Komando Distrik Militer (Kodim) 0315 Tanjungpinang turut berperan aktif dalam melakukan monitoring terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Tanjungpinang, Bintan, dan Lingga.
Kegiatan monitoring tersebut mencakup pengawasan terhadap operasional pasokan, kualitas bahan baku, hingga pendistribusian makanan ke setiap sekolah penerima program.
Dandim 0315 Tanjungpinang, Kolonel Inf Abdul Hamid, menjelaskan bahwa langkah pengawasan ini dilakukan agar pelaksanaan program berjalan lancar dan terhindar dari kendala yang dapat merugikan masyarakat.
“Kita sama-sama ketahui bahwa baik wilayah Tanjungpinang maupun Bintan dan Lingga bukanlah wilayah produksi bahan baku. Sebagian besar pasokan berasal dari luar kota seperti Medan atau Pekanbaru. Karena itu, perlu perhatian khusus,” ujar Kolonel Abdul Hamid, Jumat (17/10/2025).
Ia menambahkan, karena Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) termasuk wilayah konsumen, maka diperlukan koordinasi intensif antara pemerintah, dinas terkait, Bulog, dan sektor swasta agar pasokan bahan baku dapur tetap lancar.
“Kalau pasokan terhambat, bisa berpengaruh pada inflasi. Bila harga bahan naik, otomatis menu makanan juga akan terdampak. Di sinilah peran Kodim untuk membantu kesuksesan program Makan Bergizi Gratis,” jelasnya.
Dandim menyampaikan rasa syukur karena hingga saat ini pelaksanaan program MBG di wilayah Tanjungpinang, Bintan, dan Lingga berjalan dengan baik tanpa kendala berarti.
“Alhamdulillah sejauh ini lancar, belum ditemukan permasalahan yang signifikan,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa di wilayah Bintan telah beroperasi 4 dari total 10 dapur yang direncanakan, sedangkan di Tanjungpinang 8 dapur sudah beroperasi dan 8 lainnya masih dalam tahap pembangunan.
“Menurut keterangan dari Korwil MBG wilayah Tanjungpinang, kebutuhan dapur di kota ini sekitar 21 unit, sementara di Bintan seharusnya ada 10 dapur, namun baru 4 yang beroperasi,” tambahnya.
Kodim 0315 Tanjungpinang juga secara langsung melakukan pengecekan ke sejumlah dapur MBG, mulai dari proses memasak hingga tahap pengemasan makanan.
Dari hasil monitoring tersebut, pihak Kodim 0315 Tanjungpinang memberikan sejumlah masukan agar standar dapur lebih baik dan higienis.
“Masih ada beberapa dapur yang luas bangunannya belum sesuai standar. Misalnya, ketentuan luas bangunan seharusnya 40 x 40 meter, tapi ada yang masih di bawah itu,” ungkap Dandim.
Selain itu, pihaknya juga menyoroti sistem pembuangan limbah di beberapa dapur yang dinilai masih perlu pembenahan meskipun proses memasaknya sudah memenuhi standar kebersihan.
“Kita sudah beri masukan, dan mitra dapur merespons positif. Saat ini pembenahan sudah dilakukan,” pungkas Kolonel Abdul Hamid.

