HARIANMEMOKEPRI.COM – Pemerintah Kota Tanjungpinang memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 dengan menggelar upacara di Lapangan Dewa Ruci, Tanjungpinang, Sabtu (2/5/2026).
Peringatan Hardiknas tahun ini mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”.
Upacara tersebut diikuti para peserta didik mulai dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi.
Selain memperingati Hardiknas, kegiatan itu juga disejalankan dengan peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 Tahun 2026 sebagai bentuk penguatan komitmen dalam mewujudkan Asta Cita Presiden Republik Indonesia.
Wali Kota Tanjungpinang, Lis Darmansyah mengatakan, penyelenggaraan pemerintahan saat ini mengacu pada panduan umum Asta Cita yang dicanangkan Presiden Republik Indonesia.
Menurutnya, sistem penganggaran pemerintah harus lebih menyesuaikan kebutuhan masyarakat dan tidak hanya berfokus pada kegiatan seremonial semata.
“Sistem penganggaran lebih mengedepankan menyesuaikan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Artinya program itu jangan sekadar seremoni tetapi kebutuhan mendasar yang dibutuhkan masyarakat, contohnya bagaimana mengembangkan ekonomi kerakyatan,” ujar Lis.
Terkait momentum Hardiknas, Lis menegaskan pentingnya upaya bersama dalam mewujudkan pendidikan berkualitas, pemerataan pendidikan, hingga peningkatan kesejahteraan dan kualitas sumber daya guru.
“Sebagaimana disampaikan dalam sambutan Menteri Pendidikan, semua upaya pemerintah dalam rangka mendorong menciptakan guru yang berkualitas dan sejahtera, serta guru dapat menyesuaikan dengan perkembangan zaman,” ungkapnya.
Lis juga menilai sektor pendidikan di Tanjungpinang saat ini sudah cukup baik. Hal itu terlihat dari tingginya angka partisipasi pendidikan serta hadirnya program Sekolah Rakyat yang membantu anak-anak putus sekolah.
“Sekolah Rakyat itu salah satunya memfasilitasi anak-anak yang putus sekolah. Padahal sekolah sudah ditanggung negara, namun masih banyak asumsi masyarakat bahwa pendidikan membutuhkan biaya besar. Paling tidak Sekolah Rakyat menjawab persoalan anak SMP dan SMA,” tutupnya

