“Melihat ramainya pengunjung dan meningkatnya omset para pedagang, kami merasa puas. Ke depan, kami akan terus menggelar kegiatan seperti ini untuk mendukung UMKM dan mempererat kebersamaan masyarakat,” tambahnya.
Dengan mengusung tema “Merajut Persatuan dan Keberagaman yang Harmonis,” festival ini juga menjadi wadah kolaborasi antarberbagai komunitas dan etnis di Tanjungpinang-Bintan.
“Dalam kepanitiaan pun kami melibatkan berbagai perhimpunan, termasuk dari NTT. Ini bukti bahwa keberagaman bisa berjalan beriringan,” tutur Rudy.
Sementara itu, Ketua PSMTI Tanjungpinang, Djoni Janto, turut menyampaikan pesan kebersamaan yang diusung dalam perayaan ini.
“Melalui bazar Moon Cake, pawai lampion, dan malam festival, kita rajut persatuan di dalam kebhinekaan. Budaya Moon Cake membawa pesan kesejahteraan, persatuan, dan kedamaian untuk kita semua,” ujar Djoni.
Festival ini tak hanya menjadi pesta budaya, tetapi juga panggung inklusif yang mempertemukan ragam identitas dalam satu semangat merayakan keberagaman dalam harmoni.

