Ansar juga menyinggung rencana pembangunan Monumen Tugu Bahasa di Pulau Penyengat. Kehadiran monumen tersebut diharapkan dapat menjadi destinasi wisata baru sekaligus memperkuat nilai sejarah bahasa Indonesia dan perjalanan budaya di Kepulauan Riau.

Di sisi keamanan, Polresta Tanjungpinang melakukan pengamanan secara terbuka dan tertutup.

Personel ditempatkan di sejumlah titik untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas sekaligus mengatur arus lalu lintas di sekitar lokasi acara Festival Kopi Merdeka.

Pengamanan dipimpin Kapolsek Tanjungpinang Kota Iptu Freddy Simanjuntak. Sebanyak 60 personel gabungan Polresta Tanjungpinang dan Polsek Tanjungpinang Kota dilibatkan dalam kegiatan tersebut.

Kapolsek bersama jajarannya memastikan masyarakat dapat menikmati seluruh rangkaian Festival Kopi Merdeka dengan aman dan nyaman.

Setelah berlangsung selama beberapa jam, kegiatan berakhir sekitar pukul 23.30 WIB. Seluruh rangkaian acara berjalan aman, tertib dan kondusif tanpa adanya gangguan berarti.

“Polresta Tanjungpinang memastikan kehadiran personel dalam kegiatan masyarakat merupakan bagian dari komitmen Polri memberikan pelayanan sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Kota Tanjungpinang,” terang Iptu Freddy Simanjuntak.