2. Produsen Konten Positif – menciptakan karya kreatif yang membangun nasionalisme dan jati diri bangsa.

3. Penangkal Hoaks dan Intoleransi – aktif melawan berita bohong, ujaran kebencian, dan sikap intoleran dengan cara santun.

4. Inovator Teknologi – menciptakan aplikasi atau solusi digital yang mendukung ketahanan nasional.

Selain itu, Danlanud juga mengingatkan pentingnya etika bermedia sosial. Ia menyarankan peserta agar selalu memeriksa sumber, menganalisis isi, menyaring emosi, menahan diri sebelum membagikan, dan mengikuti etika digital.

“Satu unggahan kalian bisa menjadi teladan atau justru masalah. Maka, jadilah generasi yang menguatkan, bukan yang memecah,” pesannya.

Perwakilan panitia pusdiklat menyampaikan apresiasi atas materi yang disampaikan, karena dinilai relevan dengan kebutuhan generasi Z.

“Bekal literasi digital memperkaya pembinaan karakter Paskibraka. Peserta tak hanya siap bertugas di momen kenegaraan, tetapi juga menjadi agen positif di ruang digital,” ungkapnya.

Kegiatan Pusdiklat Paskibraka Kota Tanjungpinang 2025 ini diikuti para calon anggota Paskibraka terpilih bersama pelatih dan pembina.