HARIANMEMOKEPRI.COM — Badan Pusat Statistik (BPS) Tanjungpinang menggelar Pelatihan Petugas Sensus Ekonomi 2026 Gelombang II di Hotel Nite and Day, Rabu (10/6/2026).
Pelatihan ini menjadi bagian dari persiapan pelaksanaan pendataan ekonomi dan sosial masyarakat yang akan dimulai pada pertengahan Juli mendatang.
Pelatihan petugas sensus ekonomi dilaksanakan dalam dua gelombang. Gelombang pertama berlangsung pada 2-4 Juni 2026, sedangkan Gelombang II digelar pada 10-12 Juni 2026.
Sekretaris Daerah (Sekda) Tanjungpinang, Zulhidayat, menyampaikan Pemerintah Kota Tanjungpinang mendukung penuh pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, termasuk melalui pembekalan kepada para petugas lapangan.
“Kita berharap seluruh petugas yang diberikan pembekalan dapat menangkap seluruh metode pembelajaran sehingga nanti dapat diimplementasikan dengan baik kepada seluruh masyarakat atau responden,” ujar Zulhidayat.
Menurutnya, hasil Sensus Ekonomi akan menjadi dasar penting dalam perencanaan pembangunan daerah, khususnya sektor ekonomi, untuk satu dekade ke depan.
“Bagi kami, Pemko Tanjungpinang akan memperoleh data yang akurat dan akuntabel sebagai pedoman serta pondasi dalam merencanakan pembangunan, khususnya di bidang ekonomi sepuluh tahun mendatang menuju masyarakat sejahtera sesuai misi kepala daerah,” katanya.
Sementara itu, Kepala BPS Tanjungpinang, Yulia Tri Mardani, mengungkapkan petugas sensus akan mulai melakukan pendataan dari rumah ke rumah pada 15 Juli hingga akhir Agustus 2026.
Ia menegaskan seluruh keluarga di Kota Tanjungpinang akan menjadi sasaran pendataan tanpa terkecuali, baik yang memiliki usaha maupun yang tidak.
“Karena selain mendata usaha, kami juga mendata kondisi sosial ekonomi keluarga. Jadi mohon terima kehadiran petugas kami dengan baik dan berikan jawaban yang jujur, karena ini menentukan masa depan Kota Tanjungpinang,” jelas Tri.
Untuk menjamin keamanan dan kepercayaan masyarakat, seluruh petugas sensus akan dilengkapi atribut resmi dan surat tugas saat melakukan pendataan di lapangan.
BPS Tanjungpinang menargetkan tidak ada warga yang terlewat dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
“Tentu saja semua didata tanpa terlewat. Semua keluarga, baik yang memiliki usaha maupun tidak, akan kami datangi,” pungkasnya.

