“Dalam tahap ini, kami fokus pada pendampingan. Penilaian tidak hanya menyangkut fisik, tetapi juga karakter, semangat juang, dan integritas para peserta,” ujarnya.

Menurut Muharroni, seleksi calon Paskibraka mengacu pada standar nasional yang ditetapkan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

“Selain tinggi badan yang ideal dan kecerdasan intelektual, mereka juga harus memiliki wawasan kebangsaan, jiwa nasionalisme, serta kondisi mental dan jasmani yang prima,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa calon Paskibraka harus memiliki semangat juang yang tinggi, mengingat mereka akan mengemban tugas mulia mengibarkan dan menurunkan bendera Merah Putih pada momen bersejarah.

Muharroni mengungkapkan setelah menjalankan tugasnya, mereka juga akan dikukuhkan sebagai Duta Pancasila.

“Karena itu, mereka harus mampu menjadi teladan dalam menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.