Opini

Oleh: Madhina Chairunnisa

Komunitas Circle Bike Tanjungpinang yang dimulai sejak tahun 2020 bukan sekadar kelompok pesepeda. Mereka adalah perwujudan nyata dari gaya hidup ideal di tengah kota yang tenang; sehat fisik, sehat sosial, dan kaya akan kalcer (kultur).

Pada Minggu, 19 Oktober 2025 komunitas ini mengadakan gowes bersama dengan tema “Bentang Tawa.” Titik kumpulnya Lapangan Pamedan dan selesai di Tugu Sirih. Mereka aktif melakukan gowes bersama saat weekend dan sore hari.

Lebih dari Sekadar Gowes, Ini Tentang Hidup Sehat

Ketika bicara soal gaya hidup sehat, kebanyakan orang membayangkan diet ketat atau lari di treadmill yang membosankan. Circle Bike memperlihatkan alternatif yang jauh lebih menyenangkan.

Bersepeda sendiri adalah olahraga yang minim cedera, sangat baik untuk kesehatan jantung, dan yang paling penting, bisa dilakukan sambil menikmati keindahan Tanjungpinang.

Bayangkan, udara sore dengan langit jingga, pemandangan laut, dan keringat yang keluar bukan karena terpaksa, tapi karena senang. Itu adalah bentuk investasi kesehatan terbaik.

Mereka membuktikan bahwa sehat itu bisa jadi fun, bukan sekadar kewajiban.

“Kalcer” yang Mengikat dan Membebaskan

Bagian paling menarik dari komunitas ini adalah nuansa ‘kalcer’ atau kulturnya. Circle Bike yang sebagian besar diidentifikasi sebagai pecinta sepeda fixie membawa estetika unik dan identik dengan gaya hidup muda, kreatif, dan minimalis.

Mereka juga sempat mengikuti kegiatan perlombaan, salah satu lombanya yang berada di Karimun.