Interaksi langsung dengan keindahan alam semesta saat beribadah mampu membangkitkan kembali kekaguman manusia akan keagungan Pencipta yang mungkin selama ini terlupakan di antara dinding-dinding beton perkotaan.
Membawa Keheningan ke Dalam Rutinitas Harian
Tantangan terbesar yang sebenarnya justru muncul ketika masa libur perayaan berakhir dan setiap orang harus kembali berhadapan dengan tumpukan tugas serta kemacetan lalu lintas kota yang menguras emosi.
Para pembimbing batin menyarankan agar ketenangan yang diperoleh selama retret tetap dijaga melalui alokasi waktu khusus setidaknya lima belas menit setiap pagi untuk berdo’a dan bernapas secara sadar.
Ruang ibadah di rumah dapat ditata menjadi sudut yang nyaman dan bebas dari perangkat elektronik agar anggota keluarga memiliki tempat perlindungan emosional saat menghadapi hari-hari yang berat.
Pembiasaan diri untuk berhenti sejenak sebelum merespons situasi pelik di tempat kerja merupakan bentuk nyata dari kemerdekaan emosional yang telah dilatih selama menjalani proses penyucian batin.

