“Masjid bukan sekadar tempat ibadah, tetapi juga pusat pembinaan generasi menuju Indonesia Emas 2045. Apa yang dilakukan oleh keluarga besar Pak Santoni dan Ibu Anik ini adalah bentuk amal jariyah yang luar biasa. Semoga menjadi pahala yang terus mengalir dan membawa keberkahan dunia akhirat,” ujar Gubernur Ansar dalam sambutannya.

Ansar mengungkapkan, dirinya pun tumbuh besar di lingkungan masjid, meski menempuh pendidikan di sekolah umum. Hal itu membuatnya menyadari betul peran masjid dalam membentuk karakter generasi muda.

“Kalau kita ingin masjid ini hidup dan berkembang, perbanyaklah aktivitas di dalamnya. Dari sanalah akan lahir masyarakat yang beriman, bertakwa, dan berkontribusi nyata dalam pembangunan bangsa,” tegasnya.

Berdasarkan data Sistem Informasi Masjid (SIMAS) Kementerian Agama per 6 September 2024, Kepulauan Riau tercatat memiliki 2.046 masjid.

Pemerintah Provinsi Kepri, lanjut Ansar, terus mendorong peran masjid sebagai pusat peradaban dengan berbagai program, di antaranya pemberian insentif kepada 13.348 tokoh agama dan guru pendidikan non-formal, serta pengiriman mubaligh ke 50 pulau terpencil.