“Kalau kita ingin masjid ini hidup dan berkembang, perbanyaklah aktivitas di dalamnya. Dari sanalah akan lahir masyarakat yang beriman, bertakwa, dan berkontribusi nyata dalam pembangunan bangsa,” tegasnya.
Berdasarkan data Sistem Informasi Masjid (SIMAS) Kementerian Agama per 6 September 2024, Kepulauan Riau tercatat memiliki 2.046 masjid.
Pemerintah Provinsi Kepri, lanjut Ansar, terus mendorong peran masjid sebagai pusat peradaban dengan berbagai program, di antaranya pemberian insentif kepada 13.348 tokoh agama dan guru pendidikan non-formal, serta pengiriman mubaligh ke 50 pulau terpencil.
Selain itu, Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyampaikan bahwa Provinsi Kepri berhasil meraih predikat provinsi dengan tingkat toleransi dan moderasi beragama terbaik pertama di Indonesia pada 2023, serta peringkat kedua pada 2024.
“Kepri adalah contoh terbaik dalam menjaga toleransi beragama. Namun, kita tetap harus menjaga akidah dan membangun optimisme umat,”
“Membangun Kepri tidak bisa sendiri, harus dengan semangat gotong royong dalam bingkai keberagaman dan keimanan,” ujarnya.
Kegiatan diakhiri dengan tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz Abdul Mahadir Ritonga.
Dalam ceramahnya, Ustadz Mahadir menekankan pentingnya membangun masjid dan mengelolanya secara profesional agar mampu menjadi pusat peradaban umat Islam.

