“Perjalanan ini adalah wujud dari pengorbanan dan perjuangan Rasulullah demi umatnya. Di sinilah Allah SWT memberikan perintah salat lima waktu yang menjadi kewajiban bagi kita,” terangnya.
Lis menambahkan, momen peringatan Isra Mi’raj di Tanjungpinang menjadi kesempatan untuk menguatkan komitmen dalam menjalankan ibadah, sehingga Tanjungpinang dapat menjadi negeri yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur (negeri yang baik dan mendapat ampunan Allah).
“Kita memiliki kewajiban untuk melaksanakan salat lima waktu, dan sebisa mungkin dilakukan di tempat ibadah. Mari bersama-sama kita memakmurkan masjid dan surau di sekitar kita,” tutupnya.

