(وَيَجُوزُ لِأَهْلِ الْمَيِّتِ وَنَحْوِهِمْ) كَأَصْدِقَائِهِ (تَقْبِيلُ وَجْهِهِ) لِمَا صَحَّحَهُ التِّرْمِذِيُّ «أَنَّهُ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – قَبَّلَ وَجْهَ عُثْمَانَ بْنِ مَظْعُونٍ بَعْدَ مَوْتِهِ» وَفِي صَحِيحِ الْبُخَارِيِّ أَنَّ أَبَا بَكْرٍ – رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُ – قَبَّلَ وَجْهَ رَسُولِ اللَّهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – بَعْدَ مَوْتِهِ
“Diperbolehkan bagi keluarga orang yang meninggal dan yang lain mencium wajah jenazahnya berdasarkan hadis riwayat Imam al-Tirmidzi bahwasanya Rasulullah Saw. pernah mencium wajah Utsman bin Mazh’un ketika meninggal dunia. Dan dalam hadis riwayat Imam Bukhori dikatakan bahwa Abu Bakar ra. mencium wajah Rasulullah Saw. ketika wafat.”
Baca Juga: Terungkap Sosok Suami Dewi Yull, Dirahasiakan Bertahun-tahun Rupanya Kerjanya Bikin Geleng-geleng
Lebih lanjut Syekh Khotib Al-Syirbini menjelaskan;
وَلَا بَأْسَ بِتَقْبِيلِ وَجْهِ الْمَيِّتِ الصَّالِحِ لِلتَّبَرُّكِ

