HARIANMEMOKEPRI.COM – Setelah empat hari pencarian, Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan Rian Irawan alias Malik (24), korban terseret arus di perairan Pulau Poto, Kabupaten Bintan, dalam kondisi meninggal dunia, Kamis (22/1/2026) pagi.
Korban ditemukan sekitar pukul 08.46 WIB dengan jarak kurang lebih 0,15 nautical mile (NM) dari titik awal lokasi kejadian.
Setelah ditemukan, jenazah korban langsung dievakuasi oleh Tim SAR Gabungan dan dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Kepala Kantor SAR Tanjungpinang Fazzli menjelaskan pada hari keempat pencarian, Tim SAR Gabungan dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU) dengan luas area pencarian sekitar ±7 NM.
“Satu korban atas nama Reza (27) ditemukan lebih dahulu dalam kondisi meninggal dunia, sedangkan Rian Irawan dinyatakan hilang hingga akhirnya ditemukan pada hari keempat operasi pencarian,” terang Fazzli.
Dalam upaya pencarian, Tim SAR Gabungan mengerahkan berbagai unsur dan peralatan, antara lain satu unit Rigid Buoyancy Boat (RBB) milik Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang, satu unit speed boat Polairud Bintan, satu unit boat perusahaan, dua pompong nelayan, satu unit rescue car Type II, serta satu unit drone thermal.
“Unsur yang terlibat meliputi Kantor Pencarian dan Pertolongan Tanjungpinang, Polsek Bintan Timur, Polairud Bintan, BPBD Bintan, Babinpotmar TNI AL, Babinsa TNI AD, Tagana Bintan, serta masyarakat setempat,” ungkapnya.
Setelah korban ditemukan, Tim SAR Gabungan melaksanakan debriefing pada pukul 10.25 WIB. Dengan ditemukannya seluruh korban, Operasi SAR dinyatakan selesai dan resmi ditutup.
Peristiwa tersebut bermula pada Senin (19/1/2026) sekitar pukul 14.10 WIB. Saat itu, lima orang pekerja PT Shandong Geologi Eksplorasi tengah membersihkan badan di samping ponton pengeboran yang berada di perairan Pulau Poto, Desa Kelong, Kecamatan Bintan Pesisir.

