HARIANMEMOKEPRI.COM – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Tanjungpinang mencatat sebanyak 131 kasus kebakaran terjadi sepanjang periode Januari hingga Maret 2026.

Dari jumlah tersebut, kebakaran didominasi oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dibandingkan kebakaran bangunan atau gedung, Jumat (27/3/2026)

Kepala Dinas Damkar Tanjungpinang, Juliadi Halomoan, mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan penghitungan luas lahan yang terbakar selama tiga bulan terakhir.

“Ini lagi dihitung luasnya karena sudah masuk status waspada,” ujar Juliadi.

Ia menjelaskan, kondisi musim kemarau yang disertai keterbatasan sumber air menjadi tantangan tersendiri bagi petugas dalam melakukan pemadaman.

Selain itu, sejumlah hidran yang tidak berfungsi turut memperparah kondisi di lapangan.

“Terpaksa kita harus mengambil air dari sumber yang cukup jauh, yaitu Sungai Pulai,” ungkapnya.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Damkar berharap sekitar 25 unit hidran dapat kembali difungsikan melalui koordinasi dengan pihak PDAM.