“Idealnya satu pos itu 18 orang, sementara total anggota kita saat ini hanya 60 orang. Masih kurang sekitar 12 sampai 15 personel,” jelasnya.

Juliadi juga mengungkapkan, sebagian besar kebakaran lahan disebabkan oleh aktivitas masyarakat, seperti membuka lahan dengan cara dibakar maupun membakar sampah tanpa pengawasan.

“Ditambah kondisi angin, api kecil bisa cepat membesar,” ujarnya.

Adapun wilayah yang kerap terjadi kebakaran lahan di antaranya Dompak, Senggarang, dan Tanjungpinang Timur, dengan frekuensi kejadian bisa mencapai dua kali dalam setahun.

Damkar Tanjungpinang pun mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

“Kami mengimbau agar tidak membakar sampah dan tidak membuang puntung rokok sembarangan. Kondisi rumput kering sangat mudah terbakar. Jika terjadi kebakaran, segera laporkan ke petugas pemadam,” tutup Juliadi Halomoan