HARIANMEMOKEPRI.COM – Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Tanjungpinang bersama Sat Polairud Polresta Tanjungpinang melakukan evakuasi medis darurat terhadap seorang penumpang kapal roro KMP Sembilang di perairan Pulau Karas, Selasa (7/4/2026) malam.

Penumpang tersebut diketahui bernama Ismed (62), warga Jambi yang sedang dalam perjalanan dari Batam menuju Kuala Tungkal. Korban dilaporkan mengalami kondisi darurat medis saat kapal tengah berlayar.

Informasi awal diterima petugas siaga Basarnas Tanjungpinang dari kapten KMP Sembilang pada pukul 18.40 WIB.

Berdasarkan keterangan yang diterima, korban yang diketahui tengah dalam perjalanan untuk berobat penyakit kanker leher stadium empat mengalami sesak napas sejak pukul 18.00 WIB hingga kondisi kesehatannya menurun dan tidak sadarkan diri sekitar pukul 18.30 WIB.

Merespons laporan tersebut, Kantor SAR Tanjungpinang langsung memberangkatkan delapan personel rescuer menggunakan perahu Rigid Buoyancy Boat (RBB) pada pukul 18.55 WIB menuju titik koordinat kapal yang berada di perairan Pulau Karas.

Selama perjalanan menuju lokasi yang berjarak sekitar 9 Nautical Mile, tim SAR melakukan koordinasi intensif dengan KSOP Tanjungpinang dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Tanjungpinang untuk menyiagakan tim medis serta ambulans di Dermaga Pelabuhan Pelantar I Tanjungpinang.

Tim SAR gabungan akhirnya merapat ke lambung KMP Sembilang pada pukul 19.35 WIB dan langsung melakukan proses evakuasi terhadap korban.

Berdasarkan pemeriksaan awal di atas kapal, korban diketahui telah mengalami henti napas dan henti jantung.

Proses pemindahan korban dari kapal ke perahu evakuasi selesai pada pukul 19.55 WIB untuk selanjutnya dibawa menuju daratan.

Sekitar pukul 20.15 WIB, tim evakuasi tiba di Pelabuhan Pelantar I Tanjungpinang dan korban segera dibawa menggunakan ambulans menuju Rumah Sakit Angkatan Laut (Rumkital) Dr Midiyato Tanjungpinang untuk mendapatkan penanganan medis.

Namun setelah dilakukan pemeriksaan menyeluruh oleh tim dokter setibanya di rumah sakit sekitar pukul 20.30 WIB, korban secara medis dinyatakan telah meninggal dunia.

Kasat Polairud Polresta Tanjungpinang AKP Arif Ridho menyampaikan bahwa proses evakuasi dan pengamanan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar berkat sinergi antarinstansi yang terlibat.

“Polri khususnya Sat Polairud Polresta Tanjungpinang selalu siap hadir dalam setiap situasi darurat untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, termasuk dalam proses evakuasi kemanusiaan seperti ini,” ujarnya.

Operasi SAR tersebut melibatkan unsur Basarnas Tanjungpinang, Sat Polairud Polresta Tanjungpinang, KSOP, serta Kantor Kesehatan Pelabuhan Tanjungpinang. Setelah korban diserahkan ke pihak rumah sakit, operasi SAR resmi ditutup pada pukul 21.00 WIB.

Peristiwa ini menjadi wujud sinergi dan respons cepat antarinstansi dalam penanganan kondisi darurat di wilayah perairan Tanjungpinang.