“Untuk rumah kos maupun tempat usaha, kami mengimbau agar menyediakan APAR sebagai langkah penanganan awal. Semakin cepat api ditangani, semakin kecil potensi kebakaran meluas,” ujarnya.
Sementara itu, mantan penghuni rumah kos tersebut, Arita, mengaku terkejut saat mengetahui kamar yang sebelumnya ditempatinya ikut terbakar.
Ia mengatakan telah pindah dari lokasi sekitar enam hari sebelum kejadian dan seluruh barang miliknya telah dipindahkan.
“Kami sudah pindah sekitar enam hari lalu. Barang-barang juga sudah kami angkut semua. Tadi dapat kabar dari teman kalau kamar kami terbakar, jadi langsung datang ke sini,” katanya.
Arita mengungkapkan, sebelum pindah ia sempat merasakan kondisi kamar yang panas dan pengap karena pendingin ruangan (AC) sudah tidak digunakan selama beberapa hari.
Ia bersyukur seluruh barang miliknya telah dipindahkan sehingga tidak ada yang ikut terbakar.
Menurutnya, api diduga cepat membesar karena membakar bagian dinding yang terbuat dari triplek di sekitar posisi AC.

