Mengasah Keterampilan Emosional dan Empati Digital

Kurikulum terbaru ini juga menempatkan pelajaran empati digital sebagai materi wajib untuk membentengi siswa dari bahaya perundungan di ranah media sosial.

Siswa diajak mensimulasikan berbagai skenario interaksi maya guna memahami dampak emosional nyata dari setiap kata yang mereka tuliskan di jejaring internet.

Pembelajaran etika teknologi ini disajikan melalui permainan peran interaktif yang melatih kepekaan rasa serta kemampuan berpikir kritis anak sejak usia dini.

Hasil positif terlihat dari bagaimana para murid saling mendukung ketika rekan sekelas mengalami kesulitan memahami materi diskusi atau menyelesaikan karya seni mereka.

Budaya saling menghargai perbedaan pendapat pun tumbuh secara natural dalam ruang-ruang diskusi kelompok yang dipandu oleh para fasilitator dan guru berpengalaman.

Kemampuan berempati ini menjadi modal sosial yang sangat berharga ketika mereka kelak berinteraksi dalam lingkungan masyarakat yang semakin beragam dan kompleks.