Seminar ini menghadirkan pembicara ternama, di antaranya Dr. Mukjizah (Jakarta), Maman S. Mahayana (Jakarta), Prof. Hasanudin WS (Sumbar), Datuk Seri Taufik Ikram Jamil (Riau), Dr. Haryatie Abd Rahman (Malaysia), Dr. Azhar Ibrahim (Singapura), serta Prof. Abdul Malik (Kepri).

Selain itu, akan ada pembacaan puisi bersama peserta, penerbitan antologi puisi bersama Jazirah 25, serta pameran karya dan manuskrip para pengarang Kepri dari masa ke masa.

Karya yang ditampilkan mulai dari tokoh klasik Riau-Lingga seperti Bilal Abu, Raja Ahmad Engku Haji Tua, dan Raja Ali Haji, hingga sastrawan modern seperti Sutardji Calzoum Bachri, Hasan Aspahani, hingga penulis muda Kepri saat ini, Riawani Elita dan Natasha Anhar.

Rida menambahkan, FSIGB tahun ini juga digelar bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Provinsi Kepri serta Bulan Bahasa.

“Memang tahun ini agak berbeda dari sebelumnya. Misalnya, tidak ada acara peluncuran bersama 100 buku puisi maupun ziarah budaya,” ujarnya.

Meski demikian, tema FSIGB 2025 tetap konsisten mengusung semangat “Memperkukuh dan Memperkasa Ukhuwah Asy-Syuara” atau persaudaraan para penyair.