Selain itu, poster dan karya lukisannya juga menunjukkan penguasaan teknologi dan kreativitas yang cukup baik.

“Ke depan, kami berharap kegiatan seperti ini dapat rutin digelar agar warisan sejarah tetap tertanam pada generasi muda,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Disbudpar Tanjungpinang, Muhammad Nazri, menjelaskan bahwa lomba ini sekaligus menjadi media edukasi bagi pelajar tentang sejarah dan budaya Melayu.

“Kegiatan ini memperkenalkan museum sekaligus memberi edukasi agar adik-adik mengetahui sejarah budaya Melayu, sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan,” jelas Nazri.

Untuk kategori lomba, lukis kaos ditujukan untuk tingkat SMP dan SLTA, jelajah museum untuk SD dan SMP, sedangkan desain poster terbuka untuk umum.

Sebanyak 93 kaos hasil lukisan nantinya akan dipajang di Museum sebagai souvenir bagi pengunjung.

“InsyaAllah, karya adik-adik ini akan kita pajang dan menjadi souvenir bagi pengunjung Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah,” pungkas Nazri