HARIANMEMOKEPRI.COM – Keunikan budaya lokal kembali menyita perhatian masyarakat saat kirab Hari Jadi Kabupaten Pemalang ke-451.
Salah satunya datang dari Wong Kaso atau Suku Kaso yang bermukim di Desa Sarwodadi, Kecamatan Comal, Kabupaten Pemalang, dengan menampilkan kesenian tradisional Brendung yang dikenal sarat nilai magis dan kearifan lokal.
Suku Kaso dikenal sebagai komunitas yang hidup sederhana, berbicara apa adanya, dekat dengan alam, serta teguh menjaga tradisi leluhur.
Bahkan, sebagian masyarakat menyebut Wong Kaso sebagai “Suku Samin”-nya Kabupaten Pemalang karena kesamaan karakter dan nilai kehidupan yang mereka anut.
Di tengah derasnya arus modernisasi, masyarakat Kaso tetap konsisten melestarikan budaya tradisional, salah satunya melalui kesenian Brendung yang rutin ditampilkan dalam karnaval maupun kirab budaya, termasuk pada perayaan Hari Jadi Kabupaten Pemalang tahun ini.
Prakoso (45), perangkat Desa Sarwodadi sekaligus Ketua Paguyuban Seni Brendung, menjelaskan bahwa kesenian Brendung memiliki makna filosofis yang kuat bagi masyarakat setempat.
“Brendung merupakan sarana penolak bala atau bencana, sekaligus dipercaya sebagai media untuk memohon turunnya hujan,” ujar Prakoso, Selasa (27/1/2026).
Ia menjelaskan, Brendung merupakan kesenian berbentuk boneka yang dibuat dari bahan alami.
Kepala boneka terbuat dari tempurung kelapa, sementara tubuhnya dirangkai dari bambu.
Boneka tersebut dirias sedemikian rupa, diberi pakaian hingga menyerupai sosok wanita cantik. Boneka kemudian ditancapkan pada alas tampah atau penampi.
“Dalam kepercayaan setempat, boneka cantik ini diibaratkan sebagai bidadari yang disebut Brendung,” jelasnya.
Dalam pementasan Brendung, terdapat empat hingga enam perempuan yang bertugas sebagai pelantun atau penyanyi.
Sementara satu orang berperan sebagai Mlandang, yakni pemimpin pertunjukan sekaligus pemeran utama yang memainkan boneka Brendung.
Selain itu, terdapat empat orang lainnya yang memegang tali dari empat sisi guna menjaga keseimbangan boneka agar tidak terlepas saat dimainkan.
Gerakan boneka yang tampak meronta-ronta inilah yang kerap membuat penonton merinding, sekaligus menambah daya tarik kesenian tradisional tersebut.
Kehadiran kesenian Brendung dalam kirab Hari Jadi Kabupaten Pemalang menjadi bukti bahwa warisan budaya lokal masih hidup dan terus dijaga oleh masyarakatnya

