HARIANMEMOKEPRI.COM — Ekosistem adalah sebuah sistem ekologi yang dibentuk dari hubungan timbal balik antara makhluk hidup dengan lingkungan sekitarnya.
Ekosistem juga bisa dimaknai sebagai tatanan kesatuan utuh dan menyeluruh yang terjadi antara unsur lingkungan hidup yang saling mempengaruhi.
1. Ekosistem lamun
Lamun (seagrass) adalah tumbuhan berbunga (Angiospermae) yang dapat tumbuh dengan baik dalam lingkungan laut dangkal.
Baca Juga: Peran Penting Manusia Dalam Menjaga Ekosistem Terutama Perairan
Semua lamun adalah tumbuhan berbiji satu (monokotil) yang mempunyai akar, rimpang (rhizoma), daun, bunga dan buah seperti halnya dengan tumbuhan berpembuluh yang tumbuh di darat.
Ekosistem lamun merupakan habitat berbagai biota bernilai tinggi, seperti ikan, teripang, bulu babi dan lainnya.
Adapun keistimewaan dari lamun adalah sebagai peredam arus dan gelombang, daun lamun yang sangat lebat mampu memperlambat laju arus dan ombak.
Baca Juga: Sertijab Danguskamla Koarmada I, Dari Laksma TNI Isswarto Kepada Kolonel Laut Tony Hardijanto
2. Ekosistem rawa
Ekosistem rawa adalah salah satu ekosistem lahan basah alami baik yang dipengaruhi air pasang surut maupun tidak dipengaruhi pasang surut, sebagian kondisi airnya payau, atau asin, atau tawar dan memiliki vegetasi unik yang sesuai dengan kondisi airnya.
3. Ekosistem laut dalam
Ekosistem laut dalam berada pada kedalaman laut yang tidak mendapatkan cahaya Matahari dan mengandung lebih sedikit oksigen seperti palung laut. Saking dalamnya Ekosistem ini, Matahari tidak dapat masuk menyebabkan lautnya gelap dan juga dingin.
4. Ekosistem waduk
Waduk adalah Ekosistem perairan buatan yang dibuat dengan cara membendung beberapa aliran sungai. Waduk dapat bermanfaat untuk berbagai keperluan seperti pembangkit listrik, penampungan air, sumber irigasi, budidaya perikanan, pariwisata dan transportasi air.
Baca Juga: Opini : Ekosistem Perairan yang Berdampak Banyak Bagi Mahkluk Hidup
Waduk selain sebagai sumber untuk pengairan persawahan juga dimanfaatkan sebagai bahan baku air minum di perkotaan yang sangat langka air bersih. Waduk juga berfungsi sebagai PLTA, dan dikelola untuk mendapatkan kapasitas listrik yang dibutuhkan.
5. Ekosistem estuari
Estuari merupakan zona peralihan antara lingkungan sungai dengan lingkungan laut, maka kondisi estuari dipengaruhi oleh karakter sungai yang membentuknya (misalnya banyaknya air tawar dan sedimentasi yang dibawanya), maupun oleh karakter lautan di sisi yang lain (misalnya pasang surut, pola gelombang, kadar garam).
Daerah estuaria merupakan tempat hidup yang baik bagi populasi ikan jika dibandingkan dengan jenis ikan lainnya. Daerah ini merupakan tempat untuk berpijah dan membesarkan anak-anaknya bagi beberapa spesies ikan.
Baca Juga: Setiap Pagi, Polantas Mengatur Arus Lalin Disaat Jam Masuk Sekolah
Estuari memiliki ciri-ciri yaitu:
– berair payau dengan tingkat salinitas tidak stabil
– sering terjadi pasang surut
– vegetasi dominan pada ekosistem ini adalah tumbuhan bakau
6. Ekosistem pantai batu
Ekosistem pantai batu terbentuk dari bongkahan-bongkahan batu granit yang besar atau berupa batuan padas yang terbentuk dari proses konglomerasi (berkumpul dan menyatunya) antara batu-batu kecil atau kerikil dengan tanah liat dan kapur. Ekosistem tersebut biasanya didominasi vegetasi jenis Sargassum atau Eucheuma.
7. Ekosistem pantai pasir
Ekosistem pantai pasir adalah Ekosistem yang berada diantara ekosistem air laut dan darat. Ekosistem ini sangat erat kaitannya dengan peristiwa pasang surut air laut.
Baca Juga: Wakil Ketua Ombudsman RI Kunjungi Kota Batam Serta Memantau Pelayanan Publik di MPP
Sesuai namanya, Ekosistem pasir laut di dominasi oleh komponen abiotik berupa pasir. Pasir tersebut akan terus bertemu dengan ombak dari air laut.
Ada empat Ekosistem penting di dalam wilayah Pesisir dan Laut yakni:
-Ekosistem Estuaria,
-Ekosistem Mangrove,
-Ekosistem Padang Lamun,
-Ekosistem Terumbu Karang.
8. Ekosistem terumbu karang
Ekosistem terumbu karang adalah tempat tinggal bagi ribuan binatang dan tumbuhan yang banyak diantaranya memiliki nilai ekonomi tinggi. Berbagai jenis binatang mencari makan dan berlindung di ekosistem ini. Berjuta penduduk Indonesia bergantung sepenuhnya pada Ekosistem terumbu karang sebagai sumber pencaharian.
Baca Juga: Pembukaan Pra Musrenbang Kejaksaan Tinggi Kepri, Rudi Margono Tekankan Kinerja Satker Semakin Baik
Terumbu karang dapat menjadi tempat berlindung yang baik bagi ikan-ikan dan hewan-hewan laut. Maka tidak heran, banyak ikan dan hewan laut yang tinggal di terumbu karang. Keberadaan terumbu karang dapat menjadi kekayaan alam yang sangat indah
Terumbu karang dapat dimanfaatkan oleh manusia sebagai tempat hidup ikan yang banyak dibutuhkan manusia dalam bidang pangan, seperti ikan kerapu, ikan baronang, ikan ekor kuning, batu karang, pariwisata, wisata bahari melihat keindahan bentuk dan warnanya.***
Nama: Rasti Antika
Fakultas: Ilmu kelautan dan perikanan (UMRAH)
Jurusan: Budidaya perairan
Semester: 2

