Materi pelatihan mencakup teknik dasar renang gaya bebas dan gaya dada, dilanjutkan dengan simulasi penggunaan alat keselamatan seperti pelampung dan perlengkapan penyelamatan lainnya yang biasa digunakan dalam operasi SAR.

Abdul Rahman berharap program tersebut tidak hanya meningkatkan kemampuan anak-anak dalam menyelamatkan diri ketika berada di perairan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga laut sebagai bagian dari kehidupan masyarakat pesisir.

“Melalui kegiatan ini kami berharap anak-anak di Pulau Laut memiliki bekal keterampilan keselamatan sekaligus semakin mencintai dan memahami laut sebagai ruang hidup mereka,” ujarnya.

Program edukasi ini merupakan bentuk komitmen Kantor SAR Natuna dalam mendukung penguatan sumber daya manusia di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), sekaligus mendukung kebijakan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan dalam membangun budaya keselamatan di lingkungan masyarakat.