Program yang dimulai sejak awal Juni 2026 itu telah berlangsung di Desa Air Payang dan Desa Tanjung Pala.

Ke depan, kegiatan serupa akan diperluas ke desa-desa lain di Pulau Laut agar semakin banyak pelajar yang memperoleh manfaat.

Pelatihan digelar secara rutin tiga kali dalam sepekan, yakni setiap Selasa, Kamis, dan Minggu.

Seluruh kegiatan diberikan secara gratis dan dipandu langsung oleh instruktur dari Kantor SAR Natuna.

Sebelum pelaksanaan, Kantor SAR Natuna terlebih dahulu berkoordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Pulau Laut dan pemerintah desa guna memastikan program berjalan efektif serta mendapat dukungan masyarakat.

Materi pelatihan mencakup teknik dasar renang gaya bebas dan gaya dada, dilanjutkan dengan simulasi penggunaan alat keselamatan seperti pelampung dan perlengkapan penyelamatan lainnya yang biasa digunakan dalam operasi SAR.

Abdul Rahman berharap program tersebut tidak hanya meningkatkan kemampuan anak-anak dalam menyelamatkan diri ketika berada di perairan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga laut sebagai bagian dari kehidupan masyarakat pesisir.