Kementerian Luar Negeri Indonesia bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Zakat Nasional (Baznas) dan puluhan lembaga filantropi menggalang dana bantuan untuk Palestina.
HMK, JAKARTA — Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia Anis Matta mengatakan penggalangan dana ini menargetkan hingga 200 juta dolar Amerika atau sekitar Rp 3,2 triliun. Dana itu, katanya, untuk memberikan dukungan yang lebih besar bagi warga Palestina, khususnya di Gaza, mulai dari bantuan kemanusiaan darurat, rehabilitasi atau rekonstruksi hingga pemberdayaan masyarakat.
Tujuannya, kata Anis, tidak hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi juga membangun harapan baru bagi bangsa Palestina agar dapat bangkit dengan kemandirian dan martabat. Sinergi dan koordinasi antara pemerintah dan lembaga-lembaga kemanusiaan sangat diperlukan dalam melakukan penggalangan dan penyaluran bantuan kemanusiaan bagi Palestina, ujarnya.
“Kita memulainya selama bulan Ramadan, untuk dua target programnya di sana nanti. Ada program yang emergency sekarang ini, selama masa gencatan senjata, dan juga nanti ada program rekonstruksi Gaza. Kita ingin ikut membantu dalam proses rekonstruksi Gaza juga. Kira-kira untuk dua program ini, InsyaAllah,” kata Anis dalam peluncuran kampanye bersama penggalangan dana untuk Palestina di Kantor Kemlu, Jakarta Pusat, Rabu (26/2).

