HarianMemokepri.com, Tanjungpinang – Akhir dan awal tahun adalah waktu dimana selalu menjadi momok khawatir warga pasar Kota Tanjungpinang, Rabu, (03/1). Pasalnya, pada waktu tersebut, sejumlah lorong pasar digenangi air pasang dari arah laut, dan warga setempat menilai Pemerintah Kota Tanjungpinang tidak memperhatikan sarana dan prasarana dilingungan tersebut. Akim (43) warga KUD Pasar mengeluhkan bahwa kediamannya selalu digenangi banjir akibat tidak normalnya saluran air, sehingga ketika air pasang, sejumlah jalan digenangi air laut. “Bertahun-tahun kami kena banjir terus di akhir dan awal tahun, sudah beberapa kali kita minta diperhatikan, ini sarana tetap juga tidak di perhatikan, jangan tutup mata lah,” jelas Akim kepada HarianMemoKepri.com. Ia mengatakan, bahwa pemerintah selama ini hanya mengkampanye saja dan tanpa memperhatikan keadaan warga. “Pemerintah cuma himbau menghimbau saja, coba lah bantu perbaikan disini, setiap bulan kami bayar pajak, kami usaha disini tak pernah tak bayar pajak,” kesalnya. Hal senada juga dikatakan oleh Ahiang (37), Warga KUD Tanjungpinang ini juga mengeluhkan hal yang sama. “Ya tiap tahun seperti ini, kemaren orang dinasq bilang kalau jalan didaerah ini rendah, jadi gampang naik air kalau pasang, kalau tau rendah ya dibantu tinggikan lah, bagaimana pun kami berhak juga untuk menikmati dimana kami tidak lagi kebanjiran seperti ini,” katanya. Ia mengungkapkan kesulitan ketika air pasang naik hingga mencapai mata kaki orang dewasa. “Kalau sudah bajir sampai mata kaki ini bang, kami buka toko dan jualan, karena banjir jadi sepi, dan ini menurunkan omset kami sebagai pedagang. Dan kami juga memohon dengan sangat agar apa yang menjadi keluhan kami segera ditindak lanjuti,” ujarnya. (Red/Rdka01)

