Menurutnya, sistem tersebut akan memberikan kepastian hukum yang lebih baik, mempercepat proses investasi, dan meningkatkan kepercayaan investor terhadap Batam.
Sementara itu, Fary Djemy Francis mengungkapkan realisasi investasi Batam sepanjang 2025 mencapai Rp69,3 triliun.
Pada Triwulan I 2026, nilai investasi kembali meningkat menjadi Rp17,48 triliun atau tumbuh 102,85 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Ia menyebut pertumbuhan investasi didominasi sektor-sektor bernilai tambah, seperti elektronik, mesin, energi, pusat data, dan kawasan industri.
Fary juga mengungkapkan bahwa Presiden mengarahkan Batam menjadi proyek percontohan reformasi investasi nasional melalui digitalisasi pelayanan, pengawasan berbasis risiko, dan penguatan integritas kawasan.
Di akhir pertemuan, Presiden Prabowo menegaskan akan mengoordinasikan langkah lintas kementerian dan lembaga guna mempercepat penyelesaian berbagai isu strategis, termasuk harmonisasi regulasi dan pembangunan Pelabuhan Internasional Batam sebagai penggerak baru pertumbuhan ekonomi Indonesia.

