Harian Memo Kepri | Kriminal — Seorang pegawai Transjakarta ditemukan terkapar bersimbah darah di sekitar lokasi pembangunan double double track (DDT) Gunung Antang, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (18/2019). Diduga kuat pria yang tergeletak itu korban penganiayaan karena mengalami luka tusuk.
Pria yang diketahui berinisial PR (38) ini, tergeletak persis di samping rel kereta arah Jatinegara. Di samping tubuh yang penuh darah segar, ditemukan sebuah pisau juga berlumur darah. Dari tas korban, ditemukan rekapan bukti laporan ke TransJakarta dan tak ditemukan dompet dari saku korban.
Linda (39), saksi, mengatakan temuan pria itu diketahui sekitar pukul 06:00, saat akan pulang usai bekerja di sebuah tempat hiburan. Kala itu, ia melihat sesosok pria yang ia kira tertidur atau mabuk berat. “Pas saya dekati, nggak tahunya disamping tubuhnya banyak darah,” katanya, Rabu (18/2019).
Melihat hal itu, Linda langsung melaporkan penemuan pria berlumur darah ke orang-orang yang ada di sekitarnya. Tak berapa lama, warga hingga petugas keamanan kereta api ke lokasi untuk mengecek pria tersebut.
“Dari semua yang ada di lokasi, nggak ada kenal itu siapa. Kayaknya orang jauh,” sambungnya.
Tak berapa lama, petugas kepolisian dari polsek Jatinegara dan Polres Jakarta Timur tiba di lokasi. Dari pemeriksaan petugas tak ditemukan satupun identitas dari tubuh korban. Yang tersisa hanya sebuah kertas rekap laporan Trans Jakarta dan sebuah pisau cutter yang ada disamping korban.
Terkait hal itu, Kapolsek Jatinegara Kompol Darmo Suhartono mengatakan, dari hasil pemeriksaan petugas, diperkirakan korban akan melakukan percobaan bunuh diri. Pasalnya, ditemukan luka yang cukup parah di bagian kiri lengan korban. “Data pribadinya tidak ada. Dugaan sementara dia melakukan percobaan bunuh diri menggunakan cutter,” ujarnya.
Dugaan itu, kata Darmo karena saat ditemukan warga di kawasan prostitusi, juga ditemukan sebilah cutter yang berlumur darah di dekat tubuh korban. Pria itu pun dalam kondisi tak sadar karena diduga kehilangan cukup banyak darah.
“Beruntung nyawanya selamat, makanya langsung dilarikan ke RSCM. “Korban sendiri juga masih belum sadar, jadi belum bisa dimintai keterangan. Anggota masih di RSCM menemani,” ujarnya.
Darmo menambahkan, hasil pemeriksaan awal juga tak ditemukan tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban. Hasil pemeriksaan sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi juga tak mendapati adanya keributan di lokasi korban ditemukan terkapar.
“Saksi cuma melihat korban berjalan sempoyongan lalu terjatuh. Jadi bukan korban penganiayaan,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Divisi Sekretariat Perusahaan dan Humas Transjakarta, Nadia Diposanjoyo, mengatakan PR adalah kolektor tiket penjualan. “Benar, yang bersangkutan adalah karyawan Transjakarta. Petugas kolektor tiket penjualan yang sedang bertugas,” katanya.
Atas hal itu, Nadia mengaku pihak Transjakarta akan menanggung biaya pengobatan PR. Dan saat ini masih fokus mendampingi PR yang hingga kini belum dapat dimintai keterangan polisi karena masih dirawat di rumah sakit.
“Transjakarta menanggung seluruh biaya yang timbul akibat kejadian ini termasuk pemulihan trauma usai kejadian,” ujarnya.
sumber | dok. | poskotanews.com

