Harian Memo Kepri | Nah Lo —INI kisah klasik kakak ipar celamitan. Rumahnya di Jalan Pendidikan, tapi kelakuan Santuri, 27, seperti orang tak berpendidikan.
Bayangkan, dititipi adik iparnya yang masih 15 tahun, karena mertua hendak keluar kota, eh..malah diperkosa. Setelah beberapa kali terjadi, baru ketahuan dan sopir truk itu ditangkap polisi.
Bagi orang Jawa, ipe (ipar) bisa bermakna iki ya penak (ini enak juga). Tapi ternyata di Sumut pun ada juga kakak ipar makan adik ipar sendiri.
Maka di manapun tempatnya, para orangtua suka menasihati, jangan sekali-kali istri membawa adik perempuan tinggal bersamanya. Salah-salah dimakan suami si kakak. Pesan itu sampai ada sedemikian rupa, karena memang banyak kakak ipar celamitan.
Santuri Tanjung Morawa, Sumut, ternyata termasuk barisan KIC (Kakak Ipar Celamitan) juga. Kelihatannya sih santun, pintar menata kata, tapi jika sudah urusan selangkangan, jadi kelihatan aslinya bahwa Santuri memang kakak ipar celamitan tiada bandingannya.
Pekerjaan Santuri memang hanya sopir truk. Nerobos lampu kuning bangjo (lampu merah), sudah biasa. Kini ditingkatkan “menerobos” adik iparnya yang suka berbaju kuning. Kulit putih dengan baju kuning memang sangat serasi benar. Good morning selamat pagi, baju kuning menawan hati.
Ini semua bermula dari kepergian mertua Santuri ke luar kota. Ketimbang anak itu tinggal sendirian, lalu dititipkan ke rumah Santuri. Tentu saja Santuri dan istrinya menerima amanat ini dengan senang hati. Suami istri ini siap mengamankan amanat orangtua dan mertua.
Awalnya Santuri tak punya perasaan apa-apa terhadap adik iparnya tersebut. Tapi ketika ABG itu mengenakan baju kuning mendekati seragam PPSU di Jakarta, tahu-tahu terbangkitkan selera dan gairahnya.
Tambah bernafsu ketika setan ikut pula ngompori. “Asyik tuh Bleh, gua sendiri kalau bukan setan, sudah gua sikat,” kata setan.
Maka ketika di rumah sepi, karena istri ke pasar, mulailah Santuri merayu adik iparnya untuk mau diajak berhubungan intim.
Awalnya menolak, tapi ketika diancam kakaknya bakal disakiti, akhirnya Rostita bertekuk lutut juga. Seperti biasa, setelah mendulang sukses Santuri berpesan agar hal ini jangan diceritakan ke mana-mana.
Lain waktu ABG ini kembali mau dititipkan ke rumah menantunya. Tapi anak itu tidak mau. Ketika didesak apa penyebabnya, mulailah dia bercerita bla bla bla! Kaget juga si metua, sehingga Santuri pun ditangkap setelah dilaporkan ke polisi.
sumber | dok. | poskotanews.com









