Harian Memo Kepri | Kriminal —Ingin liburan ke Candi Borobudur, puluhan siswa dari 6 SMK (sekolah menengah kejuruan) Bogor nekad ‘ngompreng’ kendaraan bak terbuka.
Aksi nekat puluhan pelajar ini terhenti saat melintas di Kecamatan Kemrajen, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Dari data yang didapat, 71 siswa dari 6 SMK di Bogor, Jawa Barat ini hendak liburan ke Candi Borobudur, Jawa Tengah.
Agar niatnya terwujud, mereka sengaja bolos dari sekolah masing-masing. Dengan modal pas-pasan, mereka naik turun kendaraan bak terbuka yang dicegat di jalan.
Namun saat memasuki Banyumas, mereka ditangkap polisi di tengah perjalanan saat mencegat truk, untuk menumpang.
Hasil pendataan Satgas Pelajar Kota Bogor, ke 71 pelajar yang diamankan tersebut, 8 siswa dari SMK Mekanika, 8 siswa dari SMK Tridaya, 3 siswa dari SMK Yatek, 3 siswa dari SMK YKTB 1, 14 siswa dari SMK Wijayakusuma dan terbanyak SMK IT Yapis sebanyak 26 siswa.
Muhammad Ikbal, Ketua Satgas Pelajar Kota Bogor mengatakan, puluhan pelajar dari berbagai sekolah ini kabur menuju Jawa Tengah pada hari Rabu (11/2019) malam.
“Puluhan siswa dari 6 SMK ini sudah janjian. Mereka ditangkap Polres Banyumas di tengah jalan, saat mengadang truk untuk menumpang perjalanan ke tempat tujuan ke Sleman, Candi Borobudur,” kata Ikbal.
Saat ditangkap, puluhan pelajar Bogor ini kepada polisi mengaku, berniat mau backpacker ke Yogyakarta.
Namun karena modalnya pas-pasan, mereka memutuskan untuk menumpang kendaraan dari satu kota ke kota lainnya menggunakan truk.
“Karena turun naik kendaraan bak terbuka, warga mulai menaruh curiga. Pasalnya, diwilayah Jawa Tengah, tidak ada pelajar seperti ini (cegat truk bak terbuka). Karena bukan kebiasaan pelajar di Jawa Tengah seperti itu, warga lalu lapor polisi. Akhirnya truk yang 71 siswa ini naik diberhentikan polisi. Sopir truk juga kaget dengan ulah 71 orang ini dan demi keselamatan, sopir juga koperatif,” kata Ikbal.
Dinas Pendidikan Kota Bogor telah berkoordinasi dengan sekolah. Orangtua mereka juga sudah dipanggil. Pengakuan orangtua para siswa ini, jika anak mereka pergi mendadak dari rumah.
“Kepala sekolah dan kami semua bingung. Ini tidak ada kaitannya dengan sekolah. Karena saat mereka pergi malam hari. Ada yang sudah tidur diajak teman-temannya, lalu berangkat. Para siswa ini tinggal di Citeureup, Cibinong, dan Leuwiliang,” kata Ikbal.
Awalnya, pihak Polres Banyumas meminta agar orangtua menjemput langsung putra mereka. Namun karena sudah berkoordinasi dengan dinas sosial antar kota, mereka dipulangkan menggunakan bus Dinas Sosial.
“Orangtua kooperatif, pihak sekolah tadinya mau ke sana, namun akhirnya setelah koordinasi , para pelajar ini dipulangkan dengan bus Dinas Sosial. Tengah malam, mereka diberangkatkan dari Banyumas,” kata Ikbal. “Mereka tidak ke Dinas Pendidikan. Mereka langsung diterima di Dinas Sosial Kota Bogor pagi ini.” Dengan adanya kejadian ini, diharapkan orangtua makin ketat mengawasi putera-puterinya. Karena untuk menjadikan anak baik bukan hanya peran sekolah melainkan orangtua juga.
“Orangtua tolong awasi pergaulan anaknya. Jika sore sampai malam belum sampai rumah, cari tahu aktivitas anak. Jangan cuek,” kata Ikbal.
sumber | dok. | poskotanews.com

