HARIANMEMOKEPRI.COM — Berdasarkan hasil analisis dari BMKG terpantau beberapa wilayah di Indonesia mengalami tekanan Bibit Siklon Tropis.

Bibit Siklon Tropis merupakan badai berkekuatan besar dengan radius 150-200 km, siklon tropis ini terbentuk di atas lautan luas pada umumnya memiliki suhu permukaan air laut yang hangat lebih dari 26,5°C. Angin kencang berputar dekat pusatnya memiliki kecepatan lebih dari 63 km/jam.

Siklon tropis selalu terjadi pada periode tertentu saja. Siklon tropis bisa berlangsung sekitar 3-18 hari. Karena energi siklon tropis didapat dari lautan hangat, maka siklon tropis akan melemah atau hilang ketika bergerak dan memasuki wilayah perairan yang dingin atau memasuki daratan.

Baca Juga: Pemko Tanjungpinang Akan Buat Pasar Malam Setiap Akhir Pekan dan Jemput Bola Berikan Bantuan UMKM

Menurut BMKG sebagaimana Harianmemokepri.com melansir dari akun Facebook.com/@bmkg.go.id bercentang biru menjelaskan Terdapat 3 (tiga) Bibit Siklon Tropis Terpantau disekitar wilayah Indonesia.

1. Bibit Siklon Tropis 94S Terpantau di Samudera Hindia sebelah barat daya Bengkulu, dengan kecepatan angin maksimal 30 knot dan tekanan udara minimal 1000.2 mb bergerak ke arah timur tenggara.

2. Bibit Siklon Tropis 95S terpantau di Samudera Hindia sebelah selatan Banten dengan kecepatan angin maksimum 20 knot dan tekanan udara minimum sebesar 1004.2 mb bergerak ke arah Barat.

Baca Juga: Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau Akan Segera Evaluasi Kinerja PT Pelabuhan Kepri

3. Bibit Siklon Tropis 97S terpantau di Samudera Hindia sebelah selatan Nusa Tenggara Barat dengan kecepatan angin maksimum 20 knot dan tekanan udara minimum sebesar 1002.8 mb bergerak ke arah tenggara.

Diperkirakan potensi Bibit Siklon Tropis 94S untuk tumbuh menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan dalam kategori sedang, sedangkan potensi potensi Bibit Siklon Tropis 95S dan 97S untuk tumbuh menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan dalam kategori rendah