Harian Memo Kepri | Internasional —Kebakaran menewaskan puluhan korban terjadi di sebuah pondok pesantren di Liberia. Presiden Liberia, George Weah menyebut insiden ini sebagai salah satu bencana terburuk di Afrika Barat.

“Ini adalah masa-masa paling sulit, tak hanya bagi keluarga yang kehilangan tapi juga bagi warga Liberia. Kita harus bersatu menghadapi situasi ini,” ungkapnya.

George Weah yang juga mantan pemain sepak bola Timnas Liberia dan AC Milan itu pun telah mengucapkan belasungkawa kepada keluarga korban. Ia juga menetapkan hari berkabung nasional sehari setelah tragedi itu berlangsung.

Peristiwa kebakaran di dekat Ibu Kota Monrivia, Liberia, itu terjadi pada Rabu (18/2019) pukul 11 malam waktu setempat. Juru bicara kepolisian Moses Carter mengatakan sebanyak 27 santri dan 2 pengajar tewas dalam insiden itu.

Menurut saksi mata, api tiba-tiba menjalar dari pintu yang menjadi satu-satunya akses ke gedung utama pesantren. Alarm sempat dibunyikan, namun api sudah keburu berkobar. Diduga banyaknya korban yang meninggal karena saat itu mereka sedang tertidur sehingga tidak sempat menyelamatkan diri.

Tim investigasi pun telah diturunkan untuk menyelidiki penyebab kebakaran. Dugaan sementara, kebakaran dipicu karena hubungan arus pendek atau korsleting listrik.

sumber | dok. | poskotanews.com