Sebagai bentuk pengawasan dan upaya menjaga kondusivitas wilayah, Pemerintah Kecamatan Lingga bersama unsur Uspika juga telah menyiapkan sejumlah langkah antisipatif, termasuk kemungkinan pelaksanaan patroli gabungan di lokasi-lokasi yang menjadi perhatian masyarakat.
“Pemantauan pada waktu-waktu tertentu akan kami laksanakan sesuai kebutuhan dan perkembangan situasi di lapangan. Tujuannya bukan untuk mencari-cari kesalahan, melainkan memastikan keamanan dan ketertiban masyarakat tetap terjaga serta seluruh pelaku usaha mematuhi aturan yang berlaku,” kata Shefi.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga stabilitas daerah serta menyampaikan laporan apabila menemukan dugaan pelanggaran melalui mekanisme yang benar.
“Kami berharap masyarakat tetap menjaga suasana yang kondusif dan tidak mudah terprovokasi. Jika ada dugaan pelanggaran, silakan laporkan melalui jalur yang sesuai agar dapat ditindaklanjuti secara profesional, objektif, dan terukur,” imbuhnya.
Shefi menegaskan bahwa terciptanya situasi yang aman dan nyaman merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan seluruh lapisan masyarakat sangat diperlukan dalam menjaga ketertiban dan stabilitas wilayah.
“Dengan kebersamaan dan sinergi seluruh elemen masyarakat, kami berharap Kecamatan Lingga tetap menjadi daerah yang aman, tertib, nyaman, serta mampu mempertahankan jati dirinya sebagai Daik Bunda Tanah Melayu,” pungkasnya.

