HARIANMEMOKEPRI.COM — Kebiasaan ini terdapat pada anak-anak bahkan usia dewasa di Kabupaten Lingga pada zaman sebelum mengenal gadget sebagai dunia dalam genggaman.

Ketika ada satu buah pesawat terbang rendah mungkin dikarenakan cuaca buruk atau helikopter memantau kegiatan masyarakat di wilayah Kabupaten Lingga pada waktu itu.

Warga Kabupaten Lingga yang berada didalam rumah terutama anak usia 10 tahun ke bawah akan berhamburan menuju lokasi yang dapat melihat secara jelas kadang sambil berteriak “pesawat pesawat ada pesawat”.

Baca Juga: Ketua PCNU Tanjungpinang Dr KH Juramadi Esram Buka Seminar Aswaja yang Digelar LTNU

Menjadi sesuatu yang sangat menghebohkan bahkan tidak habis dalam satu hari cerita hingga besoknya disekolah.

Yang dilihat pun hanya lewat sejauh mata memandang sambil membayangkan tentang kondisi dalam pesawat yang entah darimana dapat gambaran yang dimaksud dalam pikiran pada waktu itu,

Seperti cerita dari salah seorang warga di Kabupaten Lingga Sudarrio (32) yang mengungkapkan bahwa dirinya sampai sambil pernah berkhayal ingin naik pesawat dengan cara apapun pada waktu bersamaan.

Baca Juga: Korban Gempa Turki dan Suriah Mencapai 11 Ribu Jiwa, Seorang Pria Kehilangan Anak Istrinya

“Kadang kalau dipikirkan saat sekarang malah pertanyaan yang timbul bersama kawan-kawan main pada waktu itu terkesan aneh dan menggelikan misal, mengapa pesawat itu tidak singgah? Ngapain aja orang didalam pesawat? Apakah orang dalam pesawat nampak dengan kita yang dibawah? jadi kalau dipikir-pikir sekarang, aku ngapain pada waktu itu,” ungkapnya sambil tertawa lucu.

Bahkan menurutnya, meminta uang kepada pesawat lewat pun pernah Ia lakukan yang padahal pesawat itu bukan orang tua atau pun pamannya.

“Sebenarnya masih banyak lagi moment masa kecil kami di wilayah perkampungan yang tidak bisa kami lupakan sampai dengan sekarang tapi biar bagaimana pun pengalaman kami jugalah yang membuat kami tahu bahwa mainan yang kami mainkan pada masa kecil itu memang benar-benar ada dalam bentuk aslinya,” lanjut pria yang akrab disapa Rio ini.

Baca Juga: Kapolres Bintan AKBP Riky Iswoyo Beri Penghargaan Bagi Dua Personil Teladan

Lain lagi pada mereka yang berusia remaja, dewasa atau orang tua, sambil berdiri menopang pinggang mendongakkan kepala keatas, kadang ada yang berkata, “Oh kami sudah biasa melihat itu, padahal di waktu yang sama Inya juga ikut keluar dari dalam rumah,” sambung Rio.

Suatu momen yang sangat menggelitik jika dibayangkan pada hari ini yang tak akan terulang lagi di usia tua, juga sudah menjadi suatu hal yang tak mengherankan ketika terdengar suara pesawat paling hanya menjengah sebentar dari jendela tanpa memberi komentar apa-apa.

“Sekarang boleh dikatakan kita semua di usia ini termasuk juga anak-anak kecil sudah mulai beradaptasi dengan perkembangan tekhnologi canggih sehingga kebiasaan ini nampaknya mulai memudar ditambah lagi untuk melihat segala sesuatunya bisa hanya dengan membuka handphone orang tua atau handphone yang dibelikan orang tuanya, kalau dulu air ludah pun sampai memercik sangking ingin menyamakan suara pada pesawat helikopter,” kata Rio.

Baca Juga: LSM PERANG Lingga Minta Kebijakan APH Menanyakan Izin Pertambangan Rakyat Kepada Pemprov Kepri

Namun perkembangan teknologi zaman sekarang menurutnya ada positif ada juga negatif, tergantung bagaimana cara memakai serta kontrol pada diri masing-masing.

“Jadi bijaklah dalam menggunakan, terutama dari orang tua kepada anak jangan sampai karena pengaruh ini generasi kedepan malah menjadi generasi yang rusak dan merusak, kan sudah banyak contoh yang kita lihat diberbagai media seperti di tv atau youtube bagaimana seorang anak kecil bisa tahu maaf tentang pakaian dalam orang dewasa,” ungkap Rio.***