HARIANMEMOKEPRI.COM – Majelis Taklim Muhibbatul Qur’an terus memperluas gerakan membaca Al-Qur’an di tengah masyarakat.

Kali ini, sosialisasi program dilakukan kepada kelompok majelis taklim di Desa Linau, Kecamatan Lingga Utara, Kabupaten Lingga, Jumat (3/7/2026).

Kegiatan silaturahmi tersebut dipimpin langsung Ketua Majelis Taklim Muhibbatul Qur’an, Mas’ah Cepa, bersama rombongan dari berbagai wilayah di Kabupaten Lingga.

Dalam kesempatan itu, mereka memperkenalkan program unggulan “Five Day One Juz” atau “5 Hari 1 Juz”, yakni gerakan membaca satu juz Al-Qur’an dalam waktu lima hari.

Mas’ah Cepa mengatakan program tersebut dirancang agar mudah diterapkan, terutama bagi para ibu rumah tangga yang memiliki kesibukan mengurus keluarga.

Dengan membagi waktu membaca secara bertahap di rumah, para peserta diharapkan mampu membangun kebiasaan membaca Al-Qur’an secara rutin.

“Program ini kami hadirkan agar ibu-ibu tetap memiliki aktivitas yang bernilai ibadah di sela-sela kesibukan sehari-hari. Harapan kami, kebiasaan membaca Al-Qur’an tidak hanya dilakukan secara pribadi, tetapi juga mampu mengajak seluruh anggota keluarga untuk bersama-sama mencintai dan menghidupkan Al-Qur’an di rumah,” ujar Mas’ah.

Menurutnya, Al-Qur’an tidak hanya sebatas untuk dibaca, tetapi juga harus menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Karena itu, Majelis Taklim Muhibbatul Qur’an terus memperkenalkan program tersebut ke berbagai majelis taklim yang tersebar di Kabupaten Lingga.

Ia mengungkapkan, gerakan “5 Hari 1 Juz” telah berjalan selama kurang lebih empat tahun. Kunjungan ke Desa Linau menjadi agenda silaturahmi dan sosialisasi yang ke-34 sejak program tersebut diluncurkan.

“Alhamdulillah, program ini sudah berjalan sekitar empat tahun. Kunjungan ke Desa Linau merupakan agenda ke-34 yang kami laksanakan. Selain bersilaturahmi, kami juga mengajak ibu-ibu majelis taklim agar konsisten menjalankan program membaca Al-Qur’an ini,” katanya.

Saat ini, jaringan Majelis Taklim Muhibbatul Qur’an telah berkembang di berbagai desa dan kelurahan di Kabupaten Lingga.

Selain menjadi wadah pembinaan keagamaan, komunitas tersebut juga berperan mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan yang dilakukan secara rutin, Majelis Taklim Muhibbatul Qur’an berharap semangat membaca Al-Qur’an terus tumbuh di lingkungan keluarga sehingga lahir generasi Qur’ani yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup.

“Kami ingin melihat Al-Qur’an benar-benar hidup di rumah-rumah masyarakat. Ketika para ibu membiasakan membaca Al-Qur’an, anak-anak dan anggota keluarga lainnya akan ikut termotivasi. Dari rumah inilah akan lahir keluarga-keluarga Qur’ani yang menjadi fondasi masyarakat yang lebih baik,” tutup Mas’ah Cepa.