HARIANMEMOKEPRI.COM — Keluarga besar Kepala Bagian Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Lingga, berinisial IA, akhirnya angkat suara terkait isu dugaan perselingkuhan yang belakangan ramai dibicarakan publik.
Dalam klarifikasinya, keluarga menyatakan bahwa informasi yang beredar tidak sepenuhnya benar dan telah menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Fahrul Anshori, mewakili keluarga IA, menjelaskan bahwa persoalan tersebut sejatinya merupakan masalah pribadi yang telah selesai secara internal dan tidak semestinya dikembangkan menjadi konsumsi publik.
“Awalnya kami memilih diam karena menganggap masalah ini sudah selesai secara kekeluargaan. Tapi karena sudah meluas dan menimbulkan persepsi yang keliru, kami merasa perlu memberikan penjelasan,” ujar Fahrul kepada media, Senin (29/7/2025).
Menurut Fahrul, munculnya isu ini dipicu oleh rasa cemburu dari salah satu pihak atas kedekatan profesional antara IA dan rekan kerjanya, yang kemudian ditafsirkan secara keliru dan menyebar tanpa klarifikasi.
“Ini murni kesalahpahaman yang diperbesar oleh pihak-pihak tertentu. Tidak ada bukti atau laporan resmi yang mendukung tuduhan tersebut,” tegasnya.
Fahrul juga mempertanyakan motif di balik munculnya kembali isu yang telah lama diselesaikan dan menilai bahwa penyebaran informasi tanpa konfirmasi justru merugikan banyak pihak.
“Kami heran mengapa masalah lama diangkat kembali, padahal tidak pernah ada proses hukum ataupun laporan resmi. Bahkan hubungan IA dengan istrinya maupun pihak yang dikaitkan baik-baik saja sampai saat ini,” jelasnya.
Pihak keluarga pun berharap tidak ada lagi spekulasi liar yang memperburuk keadaan, serta meminta masyarakat untuk bersikap bijak dalam menyikapi isu-isu pribadi yang sensitif.
“Kami mengajak semua pihak untuk menjaga etika dalam menyebarkan informasi. Klarifikasi ini kami anggap sebagai penutup dari isu yang berkembang,” tutup Fahrul yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Generasi Muda Melayu Madani (GM3KR) Provinsi Kepulauan Riau.

