HARIANMEMOKEPRI.COM – Sudah hampir dua pekan Eno (36), warga Dusun Centeng, Desa Limbung, Kecamatan Lingga Utara, Kabupaten Lingga, dilaporkan hilang saat melakukan perjalanan laut menuju Batam pada 18 Februari 2026. Hingga kini, keluarga masih menanti kabar dengan penuh harap.
Adik korban, Nurhayati, mengatakan Eno dikenal sebagai sosok yang sangat menyayangi keluarga. Ia menyebut kakaknya selalu bersikap lembut kepada orang tua dan saudara-saudaranya.
“Abang saya orangnya sangat penyayang. Dia sering bercanda dengan kami adik-beradik, terutama dengan saya. Bahkan saat berbicara di rumah, beliau selalu menggunakan kata-kata yang halus,” ungkap Nurhayati, Kamis (5/3/2026).
Diketahui, Eno berangkat dari Lingga menuju Batam menggunakan perahu pompong bersama seorang anak buah kapal (ABK) bernama Muhammad Sahri alias Aren (30). Namun sejak keberangkatan tersebut, keberadaan keduanya belum diketahui.
Keluarga telah berupaya mencari informasi dan meminta bantuan berbagai pihak, termasuk melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian serta berharap adanya bantuan dari tim SAR.
Sebagai bentuk ikhtiar, keluarga juga menggelar doa bersama di rumah yang dihadiri warga dan kerabat dekat.
“Kami terus berdoa agar abang saya bisa segera ditemukan dalam keadaan selamat dan kembali berkumpul bersama keluarga,” ujarnya.
Ia menyebut kedatangan pihak desa tersebut terjadi setelah adiknya, Yunita, menuliskan kekecewaan melalui unggahan di media sosial Facebook terkait minimnya dukungan dari aparat setempat.
“Itu pun mereka datang setelah adik saya menulis status di Facebook sebagai bentuk kekecewaannya,” tambah Nurhayati.

