Selain merusak pemandangan, keberadaan bus rusak di lingkungan permukiman juga memicu kekhawatiran terkait keselamatan anak-anak yang sering bermain di sekitar lokasi.

Masyarakat setempat mendesak Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau agar segera menindaklanjuti persoalan ini.

Warga meminta kejelasan mengenai status aset tersebut, apakah akan diperbaiki, dipindahkan, atau dilelang, agar tidak menjadi persoalan berkepanjangan.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau maupun Kepala SMAN 1 Lingga Utara, Soni, belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi oleh harianmemokepri.com.