Bayangkan jika Anda memutuskan untuk berhenti bekerja selama tiga bulan pada pertengahan usia tiga puluhan tanpa rasa cemas akan kehilangan masa depan karier yang telah dibangun.
Fenomena yang dikenal sebagai *micro-retirement* ini mulai diminati oleh para pekerja profesional di perkotaan yang merasa jenuh dengan ritme kerja tanpa henti.
Banyak profesional muda Jabodetabek kini memilih menyisihkan sebagian tabungan bulanan khusus untuk membiayai jeda karier singkat setiap tiga hingga lima tahun sekali.
Langkah berani tersebut sengaja diambil untuk memperbarui energi kreatif serta menjaga kesehatan mental yang kerap terabaikan di tengah tumpukan tenggat waktu harian.
Seorang manajer pemasaran di Jakarta Selatan membagikan pengalamannya menikmati jeda dua bulan untuk menjelajahi desa-desa perajin tenun di Nusa Tenggara Timur.
Perjalanan yang telah direncanakan sejak dua tahun sebelumnya itu terbukti memberikan sudut pandang baru yang sangat menyegarkan saat ia kembali ke dunia kerja.
Mengubah Pola Pikir Pensiun Konvensional
Konsep pensiun tradisional yang mengharuskan seseorang bekerja terus-menerus hingga usia enam puluh tahun kini mulai dipertanyakan oleh generasi pekerja masa kini.

