“Beliau merajut dan membina bahasa Melayu hingga menjadi pondasi utama lahirnya bahasa Indonesia, bahasa yang menjadi instrumen pemersatu bangsa yang merekatkan ribuan suku dan tradisi di bumi Nusantara,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Ansar menyampaikan berbagai upaya Pemprov Kepri bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pemerintah kabupaten/kota, serta seluruh elemen masyarakat dalam mendukung program Asta Cita Presiden.
Salah satunya melalui penguatan wilayah perbatasan dengan sosialisasi kebangsaan berbasis sekolah yang telah menyasar sekitar 15 ribu pelajar di Provinsi Kepri.
Di bidang ketahanan pangan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia, program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kepri disebut telah terealisasi sebesar 87,47 persen dengan jumlah 239 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di kabupaten/kota.
Ansar juga memaparkan perkembangan program Kampung Nelayan Merah Putih. Dari 119 lokasi yang direncanakan, sebanyak tiga lokasi telah terbangun di Batam, satu lokasi di Natuna, sementara 115 lokasi lainnya masih dalam proses pembangunan.
“Pelaksanaan 119 Kampung Nelayan Merah Putih telah terbangun tiga lokasi di Batam, Natuna satu lokasi dan 115 masih berproses,” jelasnya.
Sementara itu, program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) juga terus dikembangkan. Dari 407 unit bangunan koperasi yang tersebar di tujuh kabupaten/kota, sebanyak 87 bangunan telah selesai dibangun.
Ansar menyebut Kepri juga memiliki koperasi yang menjadi percontohan nasional, yakni KDKMP Pulau Sembur, Kota Batam, yang mengelola pembangkit listrik tenaga surya (solar panel).

