Harian Memo Kepri | Anambas — Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Kepulauan Anambas 2020 mendatang dipastikan bakal berlangsung sengit, karena sang petahanan Abdul Haris mendapat penantang baru yang tak bisa dipandang sebelah mata.

Sang penantang walau tidak berdomisili di Anambas namun sejatinya adalah putra daerah Anambas asli, Ir. Fachrizal atau yang akrab disapa Ical Long Enon, pria kelahiran Tarempa, 14 Februari 1967, anak ke 4 dari 5 bersaudara pasangan Muchtar Yusuf dan bidan Raja Zainun asal Belibok.

Ical Long Enon yang sehari-hari menjabat sebagai GM KSO Pertamina Ep bahkan juga dipercaya menjadi Direktur Ops-Istech Energy Ep-PTE. Ltd Myanmar awalnya tidak terpikirkan untuk ikut berlaga di gelanggang suksesi Pilkada, namun seiring waktu dan desakan dari masyarakat Anambas.

Ada juga yang berada di perantauan bahkan dukungan untuk Ical juga datang dari masyarakat Anambas yang bermastautin di Luar Negeri seperti Malaysia, Singapura dan Australia.

Sosok Ical Long Enon akhirnya menjelma menjadi harapan dan aspirasi rakyat Anambas, negeri penghasil Migas yang selama ini masih hidup serba kekurangan.

Pembangunan infrastruktur masih jauh dari harapan, kualitas SDM masih harus ditingkatkan, dan untuk memperbaiki semua itulah Ical Long Enon hadir membawa visi dan misi untuk membuat Anambas Lebih Lawa, lebih bermartabat dan lebih sejahtera tentunya.



Ical Long Enon ( istimewa )

Dalam sebuah kesempatan wawancara di hari Kemerdekaan RI ke 74, (17/2019) di Jakarta, Ical Long Enon mengungkapkan alasannya untuk ikut bertarung di kancah Pilkada Anambas, salah satu yang membuat ia akhirnya menyerah pada desakan masyarakat yang memintanya maju adalah karena cinta kampungnya.

Cinta kepada kampung halamanlah yang membuat Ical Long Enon kini terus bergelut dengan berbagai aktifitas sosial kemasyarakatan yang banyak berbuat untuk Anambas, tercatat dirinya aktif di sejumlah organisasi Anambas, baik organisasi Kerabat Anambas Jabodetabek (KAJ) maupun Kemahasiswaan (IPMKKA).

“Abang diminta untuk maju sebagai bupati dan abang merepon itu”, ujar Ical melalui percakapan telepon.

Ical juga menambahkan bahwa untuk fixnya maju ada syarat-syarat tertentu, seperti harus adanya figur wakil bupati yang mendampingi, lalu untuk bisa ikut bertanding tentu harus ada pengusung dalam hal ini bisa berupa usungan partai politik atau lewat jalur independen.

Semua itu sudah ia pikirkan bersama para timnya yang terus bergerak mensosialisasikan figur Ir. Fachrizal (Ical Long Enon) sampai ke akar rumput.

Spanduk dukungan yang secara spontan dipasang oleh para relawan pendukung Ical Long Enon di merata tempat di Anambas merupakan bukti masifnya dukungan masyarakat kepada Ical untuk membawa perubahan di Anambas.

Kehadirannya selalu dinanti, dan para pemuda/pelajar Anambas senang berdiskusi dengan Ical karena mampu menelurkan ide-ide dan gagasan baru bagi kemajuan Anambas.

Jumadra sebagai Ketua Umum Ikatan Pelajar Mahasiswa Kabupaten Kepulauan Anambas (IPMKKA) Jakarta mengibaratkan Ical Long Enon seperti oase di padang pasir, “Kehadiran Bang Ical laksana mata air di tengah gurun, pemimpin yang selama ini kami rindukan, yang akan mampu membawa kebaikan,” ujar Jumadra.

Penulis | Pinni
Sumber| Tim Ile Kec. Palmatak