HARIANMEMOKEPRI.COM – Unsur Satuan Kapal Cepat (Satkat) Koarmada I menggelar latihan formasi kapal dan komunikasi lampu flash guna meningkatkan profesionalisme serta kesiapsiagaan prajurit dalam mendukung tugas operasi laut, Kamis (26/2/2026).
Latihan yang dilaksanakan melalui Simulator APVC dan Naval Officer Tactical Course (NOTC) tersebut berlangsung di Pusat Latihan Kapal Perang (Puslat Kaprang) Kolat Koarmada I, Jakarta dan Tanjung Uban.
Kegiatan ini diikuti unsur-unsur yang sedang berada di pangkalan Jakarta maupun Tanjung Uban sebagai bagian dari program pembinaan kemampuan prajurit.
Sejumlah Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) yang terlibat dalam latihan ini antara lain KRI Halasan-630, KRI Todak-631, KRI Clurit-641, KRI Kujang-642, KRI Lemadang-632, KRI Beladau-643, dan KRI Parang-647.
Latihan simulator difokuskan pada peningkatan kemampuan taktis dan teknis prajurit dalam situasi yang menyerupai kondisi operasi sebenarnya.
Melalui fasilitas APVC dan NOTC, para perwira dan prajurit dilatih memahami prosedur operasi secara terstruktur, mulai dari manuver taktis hingga pengambilan keputusan di tengah dinamika pertempuran laut.
Adapun materi yang dilatihkan meliputi praktik formasi kapal dalam berbagai skenario operasi, serah terima berita taktis antar unsur, serta penggunaan lampu flash sebagai sarana komunikasi visual antarkapal.
Latihan ini bertujuan meningkatkan ketepatan manuver, kecepatan respons, serta ketelitian dalam penyampaian informasi.
Pemanfaatan teknologi simulator dinilai efektif dan efisien karena memungkinkan proses latihan berjalan optimal tanpa harus selalu melibatkan unsur di laut.
Meski demikian, aspek kedisiplinan, koordinasi, dan kepemimpinan tetap menjadi penekanan utama agar setiap unsur mampu beroperasi secara terpadu dalam satu komando.
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Koarmada I dalam menjaga dan meningkatkan profesionalisme prajurit Satkat, sehingga seluruh unsur KRI senantiasa siap melaksanakan tugas pengamanan wilayah laut yurisdiksi nasional secara optimal serta responsif terhadap berbagai potensi ancaman.

