“Pelabuhan Internasional yang menghubungkan langsung antara Malaysia Indonesia menunjukkan adanya hubungan kerjasama bilateral yang baik antar kedua negara, tidak boleh ditutup sembarangan” ucapnya, Senin (27/2023).

Baca Juga: Ansar Ahmad Membuka Dengan Resmi Rakor Penyusunan Rencana Pendanaan Pilkada Serentak Mendatang

Menurutnya, permintaan ormas tersebut tidak merepresentasikan kepentingan publik melainkan hanya mewakili kepentingan sekelompok Pengusaha.

“Dalam berita itu sangat jelas, alasan mereka meminta menutup Pelabuhan karena sulit mendapatkan SLOT/Trayek dari Perbadanan Pengangkutan Awam Johor (PAJ) di Malaysia, kenapa pelabuhan yang minta ditutup?” ungkapnya.

Ia menambahkan, masing – masing negara mempunyai aturan, undang – undang dan kedaulatan negara yang harus kita hormati bersama dan sangat tidak elok apabila kita ikut campur dan mengatur kebijakan dari negara lain.

Baca Juga: Akibat Guyuran Hujan, Ruas Jalan di Kota Batam Mengalami Banjir

“Permai ini menaungi Masyarakat Indonesia termasuk masyarakat Karimun yang ada di Malaysia, baik itu Tenaga Kerja, Pelajar/Mahasiswa maupun Pengusaha, akibat isu ini kami merasa gak enak di negara orang, apakah orang – orang ini harus dikorbankan karena bisnis mereka?,”tuturnya.