Harian Memo Kepri | Tanjungpinang — Pengurus Cabang Nahdhatul Ulama (PCNU) Kota Tanjungpinang menggelar doa keselamatan dan tolak balak untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) pada umumnya dan Provinsi Kepulauan Riau khususnya, di Sekretariat PCNU Tanjungpinang, Bintan Centre Km 9, Tanjungpinang, Senin (03/20) malam.
Hal ini dikarenakan, dalam beberapa minggu terakhir banyak musibah yang terjadi di Indonesia dan dunia, salah satunya adalah Virus Corona, dan wafatnya sosok ulama besar NU, juga merupakan pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur, yakni KH. Sholahuddin Wahid.
Wakil Ketua PCNU Tanjungpinang Ust. Fadholi farhan menuturkan, bahwa kegiatan tersebut juga merupakan intruksi dari Pengurus Besar Nahdhatul Ulama (PBNU) kepada seluruh pimpinan wilayah, cabang, lembaga, Badan Otonom (Banom) NU, serta pengasuh pesantren disemua tingkatan.
“Surat instruksi bernomor 3856/B. II. 07/2020 tanggal 8 Jumadil Akhir 1441 H/2 Februari 2020, berkenaan dengan Wafatnya Dr. Ir. KH Sholahuddin Wahid Bin KH Wahid Hasyim, maka kami dari PCNU Tanjungpinang menggelar pembacaan doa Tahlil selama 3 hari berturut-turut untuk mengenang almarhum,” ucapnya.
“Kami juga membacakan doa tolak balak untuk negeri ini, khususnya Provinsi Kepri dan Kabupaten Natuna yang saat ini menjadi tempat karantina bagi WNI yang pulang dari Kota Wuhan (China), wilayah tersebarnya Virus Corona,” lanjut Fadholi.
“Semoga dengan doa tolak balak, Allah mengangkat balak dan wabah ini, dan kita semua terlindung dari wabah virus yang mengancam dunia saat ini , serta kita diberikan kesehatan, ketenangan dan keamanan dalam kehidupan,” tutup Ust. Fadholi.
Penulis | Indrapriyadi









