HARIANMEMOKEPRI.COM – Sekretaris Daerah Tanjungpinang, Zulhidayat, hadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2026 dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Kepri Tahun 2027.

Kegiatan Musrenbang tersebut berlangsung di Balairung Aula Wan Seri Beni, Kantor Gubernur Kepulauan Riau, Dompak, Senin (6/4/2026).

Musrenbang tingkat provinsi ini menjadi forum penting bagi pemerintah daerah dalam menyelaraskan program pembangunan antara pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten dan kota di Kepulauan Riau.

Gubernur Kepri, Ansar Ahmad, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kepri memiliki potensi besar sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional.

Letak strategis Kepri di jalur perdagangan internasional menjadikannya sebagai kawasan yang memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas ekonomi nasional maupun regional.

“Kepri merupakan permata biru ekonomi di gerbang utara Indonesia yang memiliki potensi besar karena berada di jalur perdagangan internasional,” ungkap Ansar.

Menurut Ansar, berbagai capaian pembangunan yang telah diraih saat ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh pihak.

Meski demikian, ia menilai masih terdapat sejumlah tantangan pembangunan yang perlu diatasi secara bersama.

“Kita harus terus berinovasi dan bekerja keras karena masih banyak pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan secara bersama-sama,” tegasnya.

Ia juga menyoroti dinamika global seperti perlambatan ekonomi dunia, ketegangan geopolitik, serta dampak perubahan iklim yang turut memberikan pengaruh terhadap pembangunan daerah, khususnya bagi wilayah yang memiliki ketergantungan tinggi terhadap sektor perdagangan dan konektivitas seperti Kepulauan Riau.

“Perlambatan ekonomi dunia, ketegangan geopolitik, hingga perubahan iklim memberikan dampak nyata bagi daerah seperti Kepri yang sangat bergantung pada konektivitas dan perdagangan,” jelas Ansar.

Sementara itu, Sekda Tanjungpinang, Zulhidayat, menegaskan bahwa Pemerintah Kota Tanjungpinang berkomitmen mendukung kebijakan pembangunan yang dirumuskan oleh Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau.

“Kami siap bersinergi dan menyelaraskan program pembangunan daerah dengan kebijakan pemerintah provinsi agar dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujar Zulhidayat.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dan koordinasi antara pemerintah provinsi dengan pemerintah kabupaten/kota agar pembangunan dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.

“Sinergi antara pemerintah kabupaten/kota dan provinsi menjadi kunci agar pembangunan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran,” tambahnya.

Zulhidayat berharap melalui Musrenbang ini dapat dihasilkan perencanaan pembangunan yang lebih matang, terintegrasi, serta mampu menjawab berbagai kebutuhan dan tantangan pembangunan daerah ke depan.

“Melalui forum ini, kita harapkan lahir perencanaan pembangunan yang adaptif, terintegrasi, dan mampu menjawab berbagai isu strategis daerah,” tutup Zulhidayat.

Dalam forum tersebut turut dipaparkan sejumlah isu strategis pembangunan Provinsi Kepulauan Riau tahun 2027, antara lain pengembangan ekonomi maritim, pemerataan infrastruktur, penanganan kemiskinan dan pengangguran, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan tata kelola pemerintahan.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Kepri juga akan melanjutkan berbagai program prioritas seperti pemberian beasiswa pendidikan, peningkatan layanan kesehatan dengan pemenuhan tenaga dokter spesialis, bantuan bagi masyarakat kurang mampu, subsidi pinjaman modal UMKM tanpa bunga, pembangunan infrastruktur wilayah termasuk kawasan 3T, penyambungan listrik gratis bagi masyarakat pulau, serta pembangunan rumah layak huni sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.