Harianmemokepri.com | Lingga — Musim angin utara menjadi puncak kekhawatiran para nelayan di Lingga, selain air pasang, angin kencang, dan ombak besar, kesulitan yang dihadapi juga terkait hasil tangkapan.
Pino salah seorang Nelayan Desa Linau Lingga mengatakan, bekerja di laut dengan musim angin utara ibarat bertarung hidup dan mati.
“Kalau perbedaan antara bekerja di musim angin sebelumnya dengan musim angin utara sangat jauh sekali karena tidak bisa melaut dengan jarak jauh dari bibir pantai, semakin jauh kelaut ombak dan anginnya semakin kencang,” ujar Pino, Minggu (06/20).
Menurut Pino, tidak banyak nelayan yang bisa bekerja di laut dengan musim angin utara, sehingga para nelayan membutuhkan pekerjaan sampingan di daratan selama lebih kurang 3 bulan lamanya.
“Ini pun belum terlalu kuat, nanti pertengahan bulan 12 lebih kuat lagi dari sekarang ini, tapi mau tak mau ya harus dihadapi karena kita butuh makan,” ucapnya.
Pino juga berharap ada upaya dan perhatian dari pemerintah kepada para nelayan dalam mengatasi perekonomian selama menghadapi musim angin utara.
“Sangat berharap ada bantuan dari pemerintah terutama dalam hal pekerjaan,” ucapnya.
Sementara itu, Distrawandi ketua DPC Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Lingga mengatakan, terkait angin La Nina atau angin utara setiap tahunnya biasa terjadi, dan air pasang besar terjadi 15 tahun sekali, untuk itu dihimbau kepada warga nelayan agar selalu berlindung saat melakukan aktifitas di laut.
“Angin kencang dan air pasang terjadi di Subuh dan pagi hari, saya sarankan kepada seluruh nelayan seperti bubu kepiting, jaring dan mancing, berteduhlah karena kondisi angin dari tanggal 5 sampai tanggal 10, info BMKG Kabupaten Lingga mencapai 23 Knot, dan tinggi gelombang disekitaran wilayah Tanjung Nyang dan Pulau Dua mencapai 2 meter,” jelas Distrawandi.
Lanjut Distrawandi, terkait keluhan perekonomian nelayan di tengah musim angin La Nina atau angin utara sampai setelah Pilkada nanti jika belum berkurang, dirinya berjanji akan menyampaikan kepada pihak Pemerintah Kabupaten Lingga dan Provinsi Kepulauan Riau melalui Dinas Perikanan, agar diberikan perhatian khusus terhadap para Nelayan Lingga maupun se Provinsi Kepri.
“Kita dari HNSI tidak akan tinggal diam dan akan kita usaha untuk memaksimalkan bantuan terhadap para nelayan apalagi dalam masa pandemi seperti ini,” tutup Wandi.

