Kepri HMK, Anambas — Terkait akan adanya aksi tutup mulut oleh wartawan di Anambas, yang rencananya akan digelar di Tugu Buak Jalan Hangtuah, Kelurahan Tarempa, pada tanggal 8 Februari 2019 mendatang menuai polemik.

Sejumlah elemen, baik dari pemerintah daerah, politisi, maupun masyarakat mempertanyakan kenapa harus ada aksi seperi ini. Bahkan kabar ini juga telah menghebohkan sejumlah kalangan di pemerintahan provinsi Kepulauan Riau.

Hingga saat ini , aksi tersebut masih menjadi tanya besar dan teka-teki menakutkan akan apa yang terjadi pada hari Jumat Keramat itu.

Ketua Panitia Bersama, Hari Pers Nasional di Anambas, Indra Gunawan, menduga saat ini ada upaya tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab untuk menggagalkan aksi yang akan dilakukan, “Ya, kita tahulah ada yang tidak ingin kegiatan ini terlaksana, namun dengan kesepakatan bersama kawan-kawan media yang peduli dengan daerah ini, apapun yang terjadi acara ini tetap harus dilakukan,” Ujar Indra, Minggu (3/19).

Sejatinya, kata Indra, sejak terbentuknya Kabupaten Kepulauan Anambas (KKA) 10 tahun silam , begitu pula dengan kiprah wartawan di Anambas, tak pernah sekalipun HPN di peringati dengan meriah di daerah.

Untuk itu sebut dia, dengan momentum Hari Pers Nasional yang bertepatan 10 tahun berkiprah di daerah ini, seluruh wartawan yang mengabdi bersama memberitakan pembangunan, melalui kritik dan saran, memberikan sesuatu yang berbeda baik itu kepada masyarakat maupun pemerintah.

“Kita ingin di hari HUT Pers ini, mampu memberikan sesuatu yang berbeda dengan dimensi yang lebih luas, menarik, lugas, tajam, aktual, dan terpercaya,” tegasnya.

Ia menambahkan, dengan momentun HPN ke 73 ini pihaknya akan lebih profesional menyikapi sejumlah persoalan yang berkaitan dengan kepentingan umum dan kepentingan masyarakat.

Penulis : Pinni
 Editor  : Tomo