Ansar mengatakan, Pulau Penyengat tidak hanya memiliki nilai sejarah yang tinggi, tetapi juga menyimpan kekayaan budaya dan potensi pariwisata yang dapat terus dikembangkan.
“Pulau Penyengat ini merupakan salah satu jejak penting kejayaan Kerajaan Melayu Riau-Lingga. Kita ingin memperkenalkan bahwa Kepri memiliki kekayaan sejarah, budaya Melayu, dan warisan Islam yang sangat kuat, sekaligus memiliki potensi pariwisata yang terus dapat dikembangkan,” ujar Ansar.
Menurutnya, pengenalan sejarah dan budaya Pulau Penyengat menjadi bagian dari upaya memperkuat citra pulau tersebut sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya.
Selain mendorong sektor pariwisata, upaya mengenalkan sejarah Pulau Penyengat juga dinilai penting untuk menjaga warisan leluhur agar tetap dikenal dan dipahami oleh generasi mendatang.
Sementara itu, Reda Manthovani mengaku kagum dengan kekayaan sejarah dan budaya Melayu yang masih dapat ditemukan di Pulau Penyengat.
Menurutnya, berbagai peninggalan yang tetap terjaga hingga kini menunjukkan besarnya peran Pulau Penyengat dalam perjalanan sejarah Melayu serta perkembangan peradaban di kawasan tersebut.
Kunjungan ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkenalkan Pulau Penyengat secara lebih luas sebagai destinasi wisata yang menawarkan perpaduan sejarah Kerajaan Melayu, kebudayaan, tradisi intelektual, dan warisan Islam dalam satu kawasan.

