Menurutnya, hasil penelitian disusun secara ilmiah akan memberikan gambaran kondisi riil di lapangan sehingga dapat menjadi acuan dalam merumuskan regulasi, khususnya yang berkaitan dengan penguatan diplomasi kemaritiman dan pengelolaan kawasan pesisir.

FGD tersebut merupakan bagian dari penelitian bertajuk “Penguatan Diplomasi Kemaritiman dalam Pembangunan Daerah Pesisir Berkelanjutan di Provinsi Kepulauan Riau.

Penelitian dipimpin Dr. Rumzi Samin, dengan paparan hasil kajian disampaikan oleh Kustiawan, dan Herry Wahyudi, S.IP., serta dipandu moderator Dr. Rudi Subiyakto,

Dalam forum tersebut, tim peneliti memperkenalkan konsep Model 5P sebagai strategi penguatan diplomasi maritim.

Konsep ini meliputi aspek kebijakan (Policy), kemitraan (Partnership), partisipasi masyarakat (Participation), perlindungan ekosistem (Protection), dan promosi potensi maritim (Promotion).

Diskusi juga melibatkan sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya Bappeda Provinsi Kepri, Dinas Perbatasan Provinsi Kepri, Badan Keamanan Laut (Bakamla), serta Kadin Kepri guna menyelaraskan rekomendasi akademik dengan kebutuhan pembangunan daerah.