Ia berharap investasi serupa terus meningkat dengan dukungan kebijakan pemerintah daerah, seperti fasilitas Free Trade Zone (FTZ) dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
“Kami ingin Kepri menjadi mitra strategis industri Tiongkok. Apa yang ada di Nansha Industrial Zone bisa kita kembangkan di sini agar menjadi sister industry city yang saling terhubung,” jelasnya.
Ansar menambahkan, Pemprov Kepri tengah berupaya memperluas kawasan FTZ hingga mencakup Tanjungpinang, Bintan, dan Karimun guna mempermudah proses investasi.
“Untuk wewenang daerah tentu akan kami bantu permudah, dan bila menyangkut kewenangan pusat, kami siap bantu fasilitasi dan koordinasi dengan kementerian terkait,” tegasnya.
Sementara itu, Dubes Tiongkok untuk Indonesia, Mr. Wang Lutong, menyatakan kunjungannya ke Kepri bertujuan memperkuat kerja sama investasi di sektor industri, eksplorasi migas, infrastruktur, pendidikan, dan pariwisata.
“Kami melihat Kepri memiliki potensi besar, dan kami ingin memperkuat kerja sama investasi,” ujarnya.

